Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Berau Kabupaten paling ajaib se Indonesia Berita

Tanjung Redeb Berau, 21 Desember 2013, 11:00 wite selasa, 17 Desember 2013 pukul 05:45 wite, Warga jalan Pangeran Diponegoro 1, di hebohkan karena terjadi sebuah insiden penabrakan kabel sambungan PLN rumah warga hingga menyeret sepanjang 15 meter, dan merusak 6 jaringan rumah warga, merusak box kilometer, dan yg lebih parah lagi hingga merusak atap seng salah seorang rumah warga. penyebab awalnya adalah truk mixer PT Berau Nuansa Beton yang sampai saat ini belum mengantongi izin lokasi juga amdal dan tempat usaha yang mengangkut cor semen untuk melayani proyek Dinas Pekerjaan Umum Berau jalan Yos sudarso dan jalan Kapt Tendean yang harus selesai pada ahir bulan Desember ini, menyenggol kabel listrik PLN sambungan rumah warga, sehingga kabel yang ditopang dengan batang kayu kecil roboh dan ditinggal saja, hingga jatuh dan ditabrak oleh truk material saat melintas hingga terjadi insiden ini. Secara sepontan warga berhamburan keluar karna menimbulkan suara yang cukup keras, hingga memuncaklah kemarahan warga dan menutup akses jalan Diponegoro 1. dimana di jalur ini kendaraan material lalu lalang untuk mengangkut material galian C, seperti pasir, koral, juga batu. Ahirnya aparat memantau kegiatan pemblokiran jalan juga mengadakan pertemuan dengan tokoh2 warga, yang juga dihadiri perwakilan dari Dinas Perhubungan Berau, DPU Berau juga pengusaha readymix. Namun sampai hari ini jumat 20/12/13 atap seng rumah warga yang terlepas, kotak kilo meter listrik dan kabel jaringan tv kabel yang rusak terlepas juga rusak karna terlindas mobil truk belum ada pergantian oleh pihak yang berkomitmen bertanggung jawab dalam insiden ini yaitu bapak Aliyang saat pertemuan di salah satu rumah warga.
warga mengatakan “ini adalah salah satu dari permasalahan-permasalahan yang ingin disampaikan warga jalan Diponegoro 1 minta di hearing di DPRD Berau, seperti jalan Diponegoro 1 yang ber agregat selalu berdebu saat panas tidak ada komitmen penyiraman yang kontinyu dari pengusaha truk juga masalah kecepatan maximum yang telah di atur dalam Peraturan Daerah Berau yaitu 40km/jam, berkewajiban membersihkan material yang tercecer dipungut dan dibersihkan, dengan alasan mengejar rit-ritan truk material ini berkecepatan tinggi hingga membuat debu bertebaran hingga mengotori rumah warga, Inilah yang dikeluhkan oleh warga agar bisa terwujud kota Tanjung Redeb yang benar-benar sanggam (cantik/indah) namun tidak mendapat respon positif dari Ketua DPRD Berau ir. Elita Herlina. Saat kami konfirmasi tentang pemblokiran ini ke Anggota DPRD Berau, tidak ada satu anggota DPRD Berau pun yang berada ditempat karena sedang berkunjung ke Jakarta hingga tanggal 20/12/13.
Sungguh ajaib Kabupaten Berau bisa menerima penghargaan dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia se-dunia ke-65 di Graha Penganyoman Kemenkumham, Selasa (10/12), yang mendapat poin 81,1 dari 17 penilaian. Namun tidak merespon hak warga yang mengeluhkan truk angkutan tambang rakyat yang tidak mengikuti aturan PERDA juga truk readymix yang belum mempunyai izin namun bebas beroperasi hingga pukul empat subuh yang sangat mengganggu warga yang menimbulkan suara dan getaran pada saat-saat istirahat tidur malam. namun sampai saat ini surat kami tidak disposisi di Sekretariat Dewan yang nantinya dibahas oleh Badan Musyawarah untuk dijadwalkan bulan Desember 2013. Warga sangat berharap secepatnya Komite Pemantauan Pemerintahan Otonomi Daerah (KPPOD) juga OMBUDSMAN di Jakarta untuk berkunjung ke Kabupaten Berau Kalimantan Timur melihat langsung realita yang terjadi. (imn)
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.65601 seconds.