Di Era Globalisasi Desaku Terendam Lumpur
Sidoarjo - Di era globalisasi teknologi bertambah maju pesat, desaku terendam lumpur. Dulu sebelum ada pengeboran minyak di desaku Reno Kenongo, desaku amat indah dan subur. Di kala pagi tiba, sawah hijau menghampar, burung-burung terbang berkicau menyambut pagi tiba, pak tani berangkat ke sawah menunaikan tugasnya, kariawan pabrik berangkat berduyun-duyun memenuhi jalan, sedangkan aku siap-siap berangkat ke sekolah begitu indah damai di hati.
Semenjak di desaku ada pengeboran minyak, harapan warga desa bisa menjadi desa maju dan sejahterah. Namun apa daya malah jadi perkara bagi desaku. Melihat kebocoran pipa gas seakan-akan remeh tidak bisa menenggelamkan desa seluas itu. Ledakan pipa gas seperti hari kiamat datang. Semua mencari keselamatan sendiri-sendiri. Yang tua-tua tanpa berbaju lari sejauh-jauhnya tanpa tujuan. Hati saya gemetar, takut melihat pemandangan seperti itu.
Sesudah kejadian itu, hari-hariku diselimuti ketakutan yang amat dalam. Di sekolah belajar tidak tenang, namun ku jalani saja. Kini giliran rumahku, rumah nenekku, rumah budheku semua terendam lumpur. Kenyamanan hidupku benar-benar terenggut. Saya hidup di rumah kontrakan. Keluarga dan family banyak yang hidup di pengungsian pasar baru porong. Tetangga dan teman-temanku hidup menyebar. Tak tahu dimana mereka tinggal.
Dengan kejadian ini saya berfikir teknologi bertambah maju, mengapa pengeboran minyak menghasilkan mala petaka bagi masyarakat. Apakah ini era globalisasi? Ataukah tangan-tangan manusia yang melakukan kelalaian. Atau ini merupakan adzab dari Allah. Karena manusianya kurang melestarikan lingkungan hanya mengurus hasilnya saja! Kalau begini selanjutnya dimana bumi yang akan aku pijak untuk meneruskan hidup.(lk/Ainiyah juara 3 lomba bercerita SP)
- Suara Porong
- Pengalaman
- dibaca 1732x
- [0] komentar




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah. 

-t.jpg)
