Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Lahan Subur di Lereng Gunung Kelud Pengalaman

Kediri (SK) - Gunung Kelud (sering disalahtuliskan menjadi Kelut yang berarti "sapu" dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet, atau Kloete) adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang masih aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang , kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri.

Menuju kawasan puncak Gunung Kelud sejak tahun 2004 hubungan jalan darat telah diperbaiki untuk mempermudah para wisatawan serta penduduk. Gunung Kelud telah menjadi obyek wisata Kabupaten Kediri dengan atraksi utama adalah kubah lava.

Di puncak Gajahmungkur dibangun gardu pandang dengan tangga terbuat dari semen. Pada malam akhir pekan, kubah lava diberi penerangan lampu berwarna-warni. Selain itu, telah disediakan pula jalur panjat tebing di puncak Sumbing, pemandian air panas, serta flying fox.

Kurang lebih begitulah sedikit gambaran mengenai Gunung Kelud yang penulis ketahui. Namun disini penulis tidak akan menceritakan tentang obyek wisatanya, melainkan keelokan panorama dari sisi lereng gunungnya. Sungguh menakjubkan, sejauh mata memandang, terlihat perkebunan nanas yang menggugah selera.

Seperti kita ketahui, nanas kaya akan vitamin C dan mineral mangan. Nanas juga merupakan sumber vitamin B1, B6, folat, dan serat yang baik bagi tubuh. Vitamin C merupakan sumber antioksidan dan peningkat sistem kekebalan tubuh. Bromelian (enzim utama dalam nanas) baik untuk memperlancar kerja saluran pencernaan. Selain itu, bromelian bermanfaat untuk menekan penggumpalan darah berlebihan yang dapat menyebabkan stroke dan mampu menekan pertumbuhan sel tumor.

Menurut Sukadi, salah seorang petani peternak disana, tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, sebagian besar mata pencaharian penduduk di sekitar lereng Gunung Kelud adalah petani penggarap lahan perkebunan milik Perhutani. Adapun tanaman yang banyak dibudidayakan adalah nanas madu, jenis nanas ini buahnya besar, berdaging buah tebal, rasanya manis, daunnya langsing relative tanpa duri makanya jenis nanas ini disukai para petani untuk dibudidayakan tumpang sari dengan tanaman keras yaitu durian dan alpukat. Namun, beberapa warga memilih tanaman semusim berupa tebu. Selain itu sebagian warga juga bekerja sebagai peternak, seperti halnya Sukadi.
 

Sebagai petani sekaligus peternak sapi perah, Sukadi merasa bersyukur karena telah memelihara 5 ekor sapi milik sendiri sejak Nopember tahun ini, hasil pinjam modal dari koperasi.

Adapun hasil penjualan susu sapi perah langsung kepada konsumen lebih disukainya karena mencapai 1 juta rupiah / bulan dibanding jika melalui koperasi yang lebih murah harganya. Meskipun bagi banyak orang di perkotaan penghasilannya relatif kecil, tapi baginya itu sudah lebih dari cukup, mengingat ada hasil lain yang bisa diperoleh selain dari beternak, di saat-saat tertentu. Misalnya, saat musim hujan begini. Dia dan sebagian besar warga sangat berharap bahwa pohon durian yang mulai berbunga menghasilkan buah yang lebat sebagai penunjang kehidupan sehari-hari.

Begitulah kondisi lahan di lereng Gunung Kelud yang terlihat saat ini, begitu subur dan memberikan banyak manfaat bagi warga yang bermukim di sekitarnya. (Anwar)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08777 seconds.