Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Tulisan lainnya

  • 29 Agustus 2010

  • 29 Agustus 2010

  • 29 Agustus 2010

  • 29 Agustus 2010

  • 29 Agustus 2010

KTP Nasional, Projek Nasional yang Membingungkan Rakyat Berita

Ende Timur, Suarakomunitas.net - Ketika pemerintahan Pusat mencanangkan program E KTP (Elektronik Kartu Tanda Penduduk) bagi seluruh warga negara Indonesia di tahun 2011, Program ini disambut oleh seluruh kabupaten di seluruh Indonesia termasuk kabupaten Ende Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebagai rakyat Indonesia yang berdomisili di kabupaten Ende, Bapak Nimus langsung bergegas ke kantor catatan Penduduk Kabupaten Ende dengan membawa serta Kartu Keluarga. Namun aneh bin ajaib petugas menyatakan bahwa  harus menggantikan Kartu Keluarga, karena kartu keluarga yang masa pembuatannya sampai dengan tahun 2009 dinyatakan tidak berlaku lagi. Sebagai warga negara langsung dituruti untuk berproses menggantikan kartu keluarga baru. Kartu Keluarga  asli yang lama langsung diambil petugas dan sebagai bukti pembuatan Kartu Keluarga baru diberi selembar kartu kuning. Dan petugas mengarahkan bahwa dengan kartu kuning sudah bisa ikut foto pembuatan E-KTP.

Bermodalkan kartu kuning dengan penuh semangat hari berikutnya Nimus meluncur ke kantor kecamatan Ende Timur. Ketika menunjukkan kartu kuning untuk dipotret E-KTP, petugasnya menyatakan bahwa mereka hanya bisa melakukan pemotretan kalau ada Kartu Keluarga bukan Kartu Kuning. Dengan lapang dada kembali ke kantor dinas catatan penduduk, ditanya tentang kartu kuning tidak dapat dilakukan pemotretan, jawaban tunggu saja karena kartu keluarga baru akan segera keluar. Sebulan menunggu lalu dichek hasilnya belum ada. Ditanya kapan baru bisa ada? jawabannya sekitar 2 minggu lagi. Tiga minggu lalu kembali di chek dan jawabannya bahwa belum tahu. Dalam kurun waktu sekitar 7 bulan sekurangnya 6 kali bolak - balik kantor catatan penduduk untuk mendapatkan Kartu Keluarga.

Setelah memiliki kartu keluarga yang baru, langsung bergegas menuju ke kantor kecamatan Ende Timur untuk dipotret, pelayanan pemotretan dilakukan. Selesai potret minta bukti bahwa kami telah dipotret petugasnya bilang sudah pak tidak perlu itu, tunggu saja hasilnya.

Bermodalkan KTP sementara yang masa lakunya akan berakhir tahun 2013. Ketika bertemu sesama warga yang pemotretannya kemudian tapi sudah terima E-KTP. Ini yang mendorong  Nimus untuk menchek kembali ke kantor Lurah setempat, kantor camat & kantor Catatan penduduk dan sudah 5 kali bolak balik jawabannya belum ada. Ketika ditanya ini kapan baru kami dapat karena sudah setahunan ini? jawabannya tunggu saja, kami juga tidak tahu, TUNGGU DARI PUSAT., karena banyak penduduk mengalami hal yang sama. Ini yang dikatakan proyek nasional yang membingunkan rakyat.

Sedih juga ya sudah lebih dari setahun pemotretan belum juga dapat E-KTP, akhirnya Nimus harus mengurus KTP sementara lagi. Ini pengalaman nyata yang dialami Nimus dan pasti banyak juga yang dialami oleh warga negara Indonesia yang lain dipelosok bumi pertiwi ini. Semoga tulisan kecil ini dapat mengetok pintu hati para pejabat di tingkat pusat.

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08904 seconds.