Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Sejenak Merenungi Suara Komunitas Analisis

Suara komunitas adalah media yang dibangun dengan model komunikasi dalam bentuk berita, opini, tajuk, analisis, dan berbagai fitur lainnya yang memberikan warna spesifik perkembangan, isu, dan geliat komunitas. Berbeda tentunya dengan media utama, suara komunitas mencerminkan lokalitas komunitas dengan berbagai masalahnya.

Perkembangan saat ini, suara komunitas telah mengambil peran memperkuat dan mendorong berbagai kepentingan komunitas dalam ranah publik. Suara komunitas bergerak dalam peran endogen terutama terus mengupayakan soliditas dalam mengembangkan tata nilai, kelembagaan, dan struktur sosial yang makin kondusif. Ada sebuah proses pembelajaran komunitas yang makin intensif antar mereka mengembangkan potensi lokalitas komunitas. Begitu juga suara komunitas juga melanjutkan peran eksogen mereka untuk menyuarakan hak-hak mereka yang belum ditaruh sebagaimana mestinya oleh negara, atau negara karena buruknya birokrasi menghambat proses transfer “peran negara dalam pendidikan, menyejahterakan, dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

Tidak sekedar bersifat lokalitas, nasionalitas, saat ini suara komunitas melalui masyarakat akar rumput yang ada pada radio komunitas mencoba mengambil peran dengan “langkah panjang” berupa “peran warga “ sebagai himpunan besar “warga dunia”. Pegiat radio komunitas telah diberi ruang dalam berbagi pengalaman dalam mendorong komunitas di belahan dunia untuk mengambil peran yang progresif, karena keterbatasan negara dalam melakukan “perlindungan rakyat”. Saat ini komunitas mencoba mengambil peran kompatibel terhadap kelemahan-kelemahan negara yang punya sifat terbatas dalam layanan.

Proses literasi terus menjadi cara suara komunitas melakukan umpan balik terhadap perkembangan komunitas. Berbagai praktik terbaik, terus diberitakan sebagai bentuk kekayaan komunitas, sedangkan berbagai masalah yang muncul dalam komunitas dibedah-cincang untuk dicari solusinya, dan diberikan rasionalistiknya agar dilakukan eksperimentasi di komunitas. Proses umpan balik tersebut yang terus menstimulus masyarakat untuk tumbuh dalam bentuk keseimbangan baru secara sosial.

Aglomerasi isu telah memberikan aksentuasi dalam masalah, frekuensi yang tinggi terhadap isu tertentu dibungkus oleh sebuah framing tertentu untuk dirancang-rangka groundtheory, sehingga problem kunci atau bangunan konseptualnya dapat diraba dan dirasakan. Dengan bangunan konseptual yang jelas, suara warga yang berseliweran di suara komunitas dapat diolah menjadi sebuah data yang tidak sekadar skalar, tetapi telah menjadi vektor. Ia menemukan kemana arah isu itu harus diluncurkan.

Kemampuan pegiat dalam mencari sudut pemberitaan, kemampuan tulis-menulis, analisis sosial, dan kemampuan melakukan penetrasi di masyarakat telah menjadi catatan dari tahun ke tahun. Telah terjadi perkembangan kuantitas dan kualitas penulisan teknis dan substansial yang makin terang. Di masa depan jurnalisme warga ini akan menemukan bentuknya tanpa menafikan kualitas dan kuantitas. Pola jurnalisme warga memang berkembang dengan aneka ragam. Namun belum memberikan sebagai pola yang sesuai, namun perkembangan ini tidak perlu dirisaukan karena proses alaminya akan lebih memberikan keunikan daripada proses drilling dalam menuliskan sesuatu.

Perkembangan pembaca masih dalam kurva sigmoid bawah kalau itu dianggap sebagai learning curve, maka butuh waktu untuk mencapai proses tumbuh. Ketika proses pembelajaran itu selesai dan sesuai dengan kebutuhan pembaca, maka akan terjadi peningkatan drastis jumlah pembaca. Satu-satunya cara adalah terus membaca kemauan pembaca dalam sebuah FGD Need Assessement dengan menggali variabel atau paramater penting untuk menilai apa kebutuhan pembaca warga terhadap suara komunitas. Ketika itu terpenuhi maka akan terjadi peningkatan pesat jumlah pembaca.

Namun diferensiasi suara komunitas telah menemukan bentuknya, yang perlu terus dielaborasi adalah keragaman isu dan sense tentang isu. Sense tentang isu berupa kondisi nilai rasa ketika mencium sebuah masalah sosial yang krusial sehingga perlu disuarakan. Keragaman dalam menggali cabang-cabang baik itu merupakan kekayaaan komunitas yang tersembunyi atau masalah komunitas yang belum tersingkap.

Dengan demikian suara komunitas adalah mutiara yang belum menemukan etalasenya. Potensinya besar, namun belum bersua dengan kapasitas terpasangnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09333 seconds.