Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Masalah limbah Jeans di 2 Desa Berita

Bojong-Pekalongan (23/9) limbah jeans,yang sampai sekarang masih menjadi permaslahan di Desa Babalan kidul belum mendapat solusi  penanganannya.dalam hal ini pembuangan limbah belum dikelola melalui pembangunan IPAL Komunal maupun dengan jenis lainnya.

Menurut M yusuf selaku Sekretaris Desa saat ditemui di Balai Desa Babalan Kidul menyebutkan terdapat pengelolaan
limbah Jeans yang dibuang dilokasi lapangan luas milik pengusahanya tersebut.
menurutnya permasalahan limbah ini pernah muncul akibat adanya banjir yang menjadikan Desa tetangga terkena
dampak dari pencemaran limbah yang mengalir dari sungai,bahkan sempat dibendung agar tidak mengalir.
berjalannya waktu,hal ini sedikit bisa diatasi dengan membuat membuang limbah dengan penyedotan dari Dinas
lingkungan Hidup meski hal ini masih menjadi berat untuk dilakukan karena memakan biaya yang tidak sedikit.
selain itu masih menjadi kendala dinas lingkungan karena mobilnya terbatas untuk melayani buangan limbah tsb.
dilain temmpat berdasarkan pengamatan pewarta, sungai yang menghubungkan Desa Babalan Kidul dengan desa Karangsari Kecamatan Bojong,kini beralih fungsi menjadi tempat pembuangan limbah sehingga pencemaran terjadi di 2 desa tersebut.
 

bahkan sampai akhir dari pembuangan tersebut tidak bisa digunakan untuk mengairi sawah pertanian yang ada di Desa Karangsari,air limbah sudah berwarna hitam dan menimbulkan bau yang tidak enak dari laundry Jeans tersebut.
Berbeda di Desa Karangsari,selain pencemaran limbah yang ditimbulkan,warga hanya bisa menggerutu sendiri,karena
dari beberapa pengusaha jeans tidak lagi membuang limbahnya melalui pipa yang dibuat dan langsung dibuang ke penampungan.tetapi juga masih dibuang ke sungai,hal ini nampak saat diamati bersama langsung dari depan rumahnya,suara gemricik air cucian jeans jatuh ke sungai.
 

timbul permasalahan akibat endapan zat kimia yang tidak mengalir menyebabkan sumur warga ikut tercemar dan
tidak bisa digunakan untuk Mandi,Air minum sehhingga warga harus mengeluarkan biaya untuk membuat air PAM dari
pembangunan PAMSIMAS. dan sangat disayangkan dalam pembuatan air pam tersebut harus mengeluarkan uang 500 ribu untuk pembelian pipa dan pasang sementara itu biaya bulanan air mencapai 35 ribu rupiah diluar biaya listrik.
dengan permasalahan seperti ini warga dan pemerintah Desa Babalan Kidul mengharap pemerhati lingkungan maupun pemerintah agar segera membangun IPAL untuk mengurangi permasalahan tersebut,karena disisi lain pengusaha jeans tersebut mampu meyerap tenaga kerja warga setempat sehingga bisa mengurangi pengangguran (di2k,nrt,buono)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09238 seconds.