Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Sumberdaya Desa, Titik Dimulainya Sebuah Pembangunan Progresif Analisis

Berbeda dengan pembangunan di negara belahan Barat -tidak berkarakteristik desa-, Indonesia harus memulai dengan pembangunan desa. Desa di Indonesia tidak saja mempunyai sumberdaya yang melimpah, tetapi juga mempunyai etos yang baik. Namun potensi itu luput ketiga pembangunan dirancang dengan menggunakan prinsip "menetes ke bawah", yang akhirnya pembangunan dibangun di "pusat-pusat" dimana mempunyai magnet-tumbuh yang tinggi. Ini yang akhirnya memarjinalkan desa.

Konsep ekonomi kerakyatan yang sebenarnya, bisa menjadi fokus titik tumbuhnya pembangunan desa. Desain pembangunan dengan hal yang demikian akan sangat memperhatikan ruang-ruang desa untuk kemajuan.

Eksperimen pembangunan desa, telah sedang berjalan dan terlihat sangat jangka panjang. Namun pembuktian harus segera terlihat, untuk membuat gerakan desa membangun tidak terlalu "abstrak", segera dirasakan. Caranya dengan membuat rencananya sehingga menyentuh hal yang jangka pendek, menengah, dan panjang.

Ini telah terlihat pada irigasi, sawah, jalan, dan sebagainya telah dibangun dan direncanakan oleh komunitas desa. Dulunya masyarakat tidak pernah dilibatkan, selalu direncanakan oleh para "ahli" saja. Cara Orde Baru merancang sebuah pembangunan. Namun pembangunan saat ini dilakukan oleh banyak pemangku kepentingan: PT, LSM, komunitas, dan media.

Untuk menjadi sebuah fokus maka pembangunan desa harus segera dibuat pelembagaan. Mulai dengan mengesahkan UU yang sedang digodok, lalu ditarik menjadi sebuah pelembagaan dengan "Kementerian Pembangunan Desa". Sepertinya tidak muluk-muluk.

Tulisan terkait:
1. Dana PPIP Dimamfaatkan Membangun Saluran Irigasi
2. Warga Wawonii Tenggara Telah Lama Rindukan Jalan

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09393 seconds.