Rakom Lombok Timur Terancam Rakom Sumbawa
JRK Lombok Timur - Tragis.... dan sangat memprihatinkan nasib teman-teman penggiat rakom di kabupaten Lombok Timur. Hal ini juga bukan karena masalah tekanan dari pemerintah ataupun fihak-fihak yang tidak senang dengan eksistensi rakom tersebut.
Akan tetapi yang sangat ironis adalah, pada frekuensi 107,7 Mhz. Ada sebuah radio komunitas yang memiliki power (ERP) yang hampir mengalahkan radio swasta. Radio tersebut selama lebih 2 pekan bertengger dari lantai 3 gedung MMA di kawasan pertambangan PT. Newmount Nusa Tenggara. Batu Hijau, Maluk Kabupaten Sumbawa Barat. Adapun hasil penyelidikan teman-teman anggota JRK Lotim pada tanggal 17 Maret 2010, jarak tempuh radio komunitas yang menamakan dirinya SGSN FM ini, meliputi seluruh Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah wilayah timur.
Bayangkan saja, radio komunitas yang satu frekuensi dengan radio SGSN FM tersebut, baik di 107.7-107.8 dan 107.9 MHz, seperti rakom BKL FM, Gelora FM, Ninanta FM, Sartika FM dan Pris FM, hanya mampu bertahan sejauh 500 meter dari studio sendiri, langsung kena tindih oleh radio komunitas yang tidak mematuhi sistem perundang-perundangan yang berlaku, walaupun menurut beberapa sumber radio SGSN FM sudah mendapatkan izin dari pusat.
Melihat hal ini merupakan sebuah ancaman bagi eksistensi radio komunitas di Kabupaten Lombok Timur, oleh sebab itu Ketua JRK Lotim Lalu Juli Hidayat ST, memberikan instruksi kepada Sekretariat JRK Lotim untuk menanyakan hal ini kepada fihak KPID NTB. Dalam komunikasi fihak JRK Lotim yang di wakili oleh Dedi Sutrisno dengan Lalu Sukron Prayogi S.Pd yang membidangi struktur sistem penyiaran KPID NTB via ponsel, menyatakan akan siap menampung keberatan dan protesan JRK Lotim terhadap penyiaran SGSN FM Sumbawa Barat. Ditambahkannya lagi, selama melewati proses dan prosedur yang ada, terutama masalah barang bukti yang bisa di dokumentasikan dalam bentuk hasil rekaman, pasti KPID dan Balmon akan segera mengusut hal tersebut ungkapnya.
Setelah merasa barang bukti dalam bentuk rekaman sudah cukup dan surat rekomendasi keberatan yang sudah dikeluarkan oleh Sekretariat JRK Lotim yang ditujukan kepada KPID NTB, JRK NTB dan Balmon Mataram sudah siap,maka dititiplah kepada Ketua JRK NTB Drs. Rasidi yang juga ikut simpati dengan permasalahan teman-teman rakom JRK Lotim pada tanggal 25 Maret 2010. Beliau juga menambahkan, akan mengusahakannya dengan fihak-fihak yang terkait.
Hal senada juga dilontarkan Wakil Ketua KPID NTB Sukri Aruman 30 Maret 2010 ketika dikonfirmasi via ponselnya mengenai sejauh mana proses penyelesaian masalah tersebut, beliau hanya menambahkan, masih perlu proses lama, terlebih lagi informasi lengkap dari fihak radio SGSN FM itu, namun proses itu tetap akan dijalankan demi kenyamanan semua fihak yang terkait dengan masalah ini, terutama rakom-rakom di Lombok Timur.
Mohon dukungan dari teman-teman penggiat rakom se Indonesia, baik pemikiran, semangat, do'a dan Support untuk perjuangan teman penggiat rakom anggota JRK Lotim untuk mendapatkan kembali hak-hak kami.
- JRK Lotim
- Pengalaman
- dibaca 5446x
- [1] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



