Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Meningkatkan Partisipasi Politik Pemuda untuk Penguatan Demokrasi Pendapat

Catatan : Iswan Kaputra

Semakin menurunnya angka pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dari tahun ke tahun, baik dalam pemilu 2009 lalu, Pilpres maupun Pilkada di daerah-daerah, membuat khawatir banyak kalangan akan bertumbuhnya angka golput sehingga menurunkan kualitas demokrasi. Hal tersebut tentunya dapat berdampak buruk bagi pembelajaran demokrasi pada kaum muda.  

Meskipun dalam satu survey yang dilakukan ACTED (The Agency for Technical Cooperation and Development) menunjukkan hasil, pemilih muda terutama kalangan pelajar dan mahasiswa yang berusia 15 sampai 24 tahun di Medan, menyatakan sangat bersemangat terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan yang akan digelar pada 2014.
Hampir 90% dari mereka menyatakan memiliki ketertarikan yang tinggi untuk mengikuti pemilu 2014. Survey bertajuk “Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap Mengenai Pemilihan Umum”, terhadap 400 pelajar dan mahasiswa di Medan dari 20 sekolah menengah atas/sederajat dan 10 universitas/sederajat.
Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas demokrasi melalui peningkatan partisipasi pemilih, terutama pemilih pemuda, Rabu 28 Agustus 2013, secara resmi diluncurkan program Youth, Journalist and Civil Society Capacity Building Project (YJCS–CBP). Program ini dilakukan oleh ACTED (The Agency of Teqchnical Cooperation and Development) Indonesia bekerjasama dengan Yayasan KIPPAS (Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera) dengan bantuan pembiayaan dari Uni Eropa (UE).
ACTED dan KIPPAS mengadakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kapasitas pemilih pemula, jurnalis, dan organisasi masyarakatan sipil (OMS). “Strategi kegiatannya mendorong jurnalis dan organisasi masyarakat sipil untuk terlibat dalam proses pendidikan demokrasi bagi kaum muda agar bisa secara aktif menggunakan hak-hak demokrasi dan mendorong peningkatan partisipasi kaum muda pada pemilihan umum 2014.” Demikian dijelaskan Maman Natawijaya, Program Manager ACTED, dalam kegiatan Peluncuran Program Youth, Journalist, and Civil Society Capacity-Building Project (YJCS-CBP) dengan thema “Memupuk Partisipasi Kaum Muda”, 28 Agustus 2013, di Hotel Garuda Plaza, Medan.
Pelajar dan mahasiswa yang akan disasar dalam program pemberdayaan ini bejumlah sekitar 6,600 orang berusia 15 – 24 tahun, tersebar di 20 sekolah menengah atas/sederajat dan 10 perguruan tinggi di Medan. Kemudian jurnalis sebanyak 180 orang diharapkan dapat terlibat dalam program ini dan 5 organisasi masyarakat sipil akan diperkuat kemampuan manajemen dan sumberdaya manusianya. Program akan berjalan selama 18 bulan, mulai pada April 2013 hingga September 2014 di Medan, Sumatera Utara.
Bagi pelajar dan mahasiswa akan dilakukan penguatan kapasitas pemilih, dengan intervensi kegiatan seperti; memproduksi dan mendistribusikan buku pegangan pemilih muda untuk mahasiswa dan buku komik untuk pelajar sekolah menengah atas, pelatihan untuk kelompok pelajar mengenai hak-hak demokrasi, aturan dan tata pelaksanaan pemilihan umum, dan bagaimana cara-cara memberikan suara dalam pemilu, aneka lomba permainan seperti kuis dengan tema pemilihan umum untuk menguji pengetahuan yang sudah didapat.
Selain itu, “sosialisasi tentang pemilu yang dilakukan pada kelompok pelajar (teater, debat mesjid, pameran foto, dsb) kepada masyarakat, latihan simulasi pemilihan umum di universitas/sekolah, forum diskusi sekolah/universitas yang melibatkan pelajar/mahasiswa dan pelaku politik, kegiatan media sekolah (koran, radio) untuk menyampaikan perkembangan terbaru tentang proses dan jadwal pemilihan, ACTED akan bekerja dengan media kampus di universitas dan sekolah.” Tambah Maman.
Sedangkan untuk program penguatan kapasitas jurnalis untuk demokratisasi dan kepemiluan akan dijalankan Yayasan KIPPAS, yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam bekerja dengan jurnalis dan dalam kajian media.
“Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemberitaan serta memotivasi jurnalis untuk membuat berita dari sudut pandang yang memihak pada kepentingan publik. Hasil-hasil yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain; penerbitan buku panduan peliputan pemilu untuk jurnalis, pelatihan kepada 180 jurnalis radio, cetak, dan online tentang etika, aturan hukum pemilihan umum dan jurnalisme kemasyarakatan. Selanjutnya akan ada 6 edisi laporan berkala empat bulanan dipublikasikan dan 36 artikel jurnalisme kemasyarakatan (cetak dan penyiaran/online) akan diproduksi dengan bantuan dari kontes jurnalisme kemasyarakatan dan sebanyak 1,000 antologi jurnalisme akan diterbitkan.” Ungkap J. Anto, Direktur Yayasan KIPPAS.
Untuk program penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil (OMS), ACTED menargetkan lima organisasi masyarakat sipil yang ada di Medan dan/atau wilayah terdekatnya, akan dibekali dengan berbagai pelatihan dan pendampingan dalam manajemen organisasi, manajemen keuangan, kepemimpinan dan dinamika kelompok, manajemen siklus proyek keuangan, pengaturan dan hubungan eksternal. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan akan memperkuat kapasitas OMS dalam mempertahankan eksistensinya dan diperkuat dengan pelatihan monitoring dan observasi pemilihan umum kepada 100 orang perwakilan organisasi masyarakat sipil, dengan tujuan meningkatkan kemampuan untuk mengawal proses pemilu berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.10286 seconds.