Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Seekor Buaya Mendongkrak Wisatawan Di Tempat Wisata Permandian Fotuno Rete Desa Wakumoro Berita

 WAKOMORO (SK)- Seekor buaya yang memiliki panjang empat meter menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung taman wisata permandian Fotuno Rete Desa Wakumoro Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Buaya tersebut di tangkap oleh salah seorang warga Kelurahan Wasolangka beberapa hari yang lalu. Kepada awak  Radio Kantorana yang ditemui di Taman Wisata Permandian Fotuno Rete , Minggu (12/8/2013) mengatakan, wisatawan yang ada di Taman Wisata Permandian Fotuno Rete yang melihat buaya ini dapat menyisihkan uangnya untuk membantu pembiayaan makanan buaya tersebut. Pasalnya, pemilik buaya saat ini kesulitan karena keterbatasan anggaran untuk membeli makakan buaya tersebut. Ia mengku perharinya buaya tersebut harus diberi makan 10 Kg daging segar.

Indra Yulianti (24)Salah seorang pengungjung Taman Wisata Permandian Fotuno Rete, kepada awak Radio Kantorana mengatakan sangat senang melihat buaya. Pasalnya, baru kali ini Ia dapat melihat seekor buaya secara langsung.
“ Selama ini saya hanya dapat melihat buaya melalui acara-acara yang ada di TV namun, sekarang saya dapat melihatnya secara langsung,” ujar Indra Yulianti.

Ketika ditanya, apakah buaya tersebut akan di serhkan ke pemerintah untuk di lepas di penangkaran buaya, Ia enggan menjawabnya hanya saja dirinya akan memelihara buaya tersebut.
“Saya sangat mengharapkan bantuan masyarakat yang melihat buaya ini. Saya berjanji akan menjaga buaya tersebut karena saat ini buaya merupakan hewan yang suda langka,” kata La Kuji.

Pamtauan awak media Radio Kantorana, jumlah pengunjung mengalami peningkatan semenjak buaya tersebut di pindhakan dari rumah pemilik buaya tersebut ke taman wisata Fotuno Rete . Menurut Kepala Desa Wakumoro, La Ende dirinya sangat berterimah kasih kepada pemilik buaya tersebut karena dengan adanya buaya itu jumlah wisata local yang berjkunjung meningkat.

Lebih lanjut Ia mengatakan keberadaan buaya tersebut mampu mendongkrak jumlah pengunjung sebanyak 20 persen.
Sebelumnya, keberadaan buaya itu sangat meresahkan warga yang bemukim di sekitar kali. Penangkapan buaya itu atas permintaan warga yang telah resa dengan keberadaan buaya tersebut. Pasalnya hewan ternak mereka sudah banyak yang menjadi korban buaya tersebut.

“ Sudah banyak ternak warga yang tinggal tidak jauh dariu kali dimakan oleh buaya ini. Jika tidak ditangkap kami hawatir buaya tersebut akan menelan korban manusia. Sayangnya, kami kesulitan membiayai makanan buaya ini sehingga kami kemudian beinsiatif untuk membawanya ke taman wisata Fotuno Rete Desa wakumoro dengan harapan pengunjung yang melihat bauaya ini dapat menyumbangkan uangnya untuk membeli makanan buaya,” tutupnya. (Darwin Jondo Kantorana FM)


 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08913 seconds.