Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Anak Yatim Dipelihara Negara Tajuk

Negara melalui amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34 memastikan bahwa "Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara Negara".

Argumentasinya, dalam dunia nyata tidak semua manusia dilahirkan dalam kondisi beruntung. Di tengah masyarakat saat ini, pun tidak sedikit kaum yang kurang mampu yang tidak berdaya dalam menghadapi masalah kehidupan. Kesempatan kaum kurang mampu untuk berusaha sangat terbatas. Sehingga akses terhadap kehidupan dan pendidikan yang layakpun, sulit diperoleh.

Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak mengungkapkan bahwa setiap anak mempunyai hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan hak berpartisipasi dalam hal-hal yang menyangkut diri dan masa depannya. Dengan demikian, anak-anak yatim piatu mempunyai hak untuk mendapatkan pemeliharaan pendidikan serta perlindungan bagi kelangsungan hidupnya.

Anak yatim belum spesifik diatur dalam konstitusi. Memperjuangkan anak yatim masuk dalam UU adalah hal mendesak. Memaksa negara untuk memajukan taraf hidup anak yatim. Negara hanya mengatur mengenai anak balita terlantar, anak jalanan, serta anak terlantar.

Tulisan terkait:
Mahfud MD : Bahagia Bersama Kalian Anak Yatim

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09007 seconds.