Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Mitos Burung Alo dalam Kepercayaan Masyarakat Adat Sando Batu Berita

Sidrap (SK) - Wilayah komunitas adat Sando Batu yang berada di ketinggian 600-1.000 mdpl, dengan bentangan hutan yang alami di sekitar pemukiman membuat wilayah ini memiliki satwa yang cukup beragam seperti anoa, rusa dan burung ranggong atau disebut alo dalam bahasa lokal Sando Batu. Satwa yang terakhir disebut masih dapat dilihat atau di dengar suaranya yang keras di sekitar pemukiman dan kebun masyarakat.

Burung alo biasanya hidup berpasangan. Untuk berkembang biak burung tersebut menbuat sarang pada pohon mati yang masih tegak berdiri serta memiliki lubang. Komunitas Sando Batu memiliki cerita mitos yang berhubungan dengan jenis burung tersebut. Yakni bahwa mereka mempercayai jika burung alo ini muncul secara berkelompok dengan jumlah banyak 10-30 ekor maka akan tumbuh banyak jamur di sekitar tempat tinggal masyarakat. Jamur ini bisa tumbuh sampai ratusan dalam satu hamparan. (Azis/ Sando Batu Fm)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08879 seconds.