PRB Milik Kita Bersama
Kaliurang, 10 Desember 2009. Pengarusutamaan Penanggulangan Resiko Bencana (PRB) merupakan wacana baru yang selayaknya disadari dan dilakukan oleh berbagai pihak dalam berencana ataupun melakukan kegiatannya. Terlebih lagi, kita tinggal di sebuah negeri dengan ancaman bencana alam yang besar. Letusan gunung berapi dan gempa bumi adalah ancaman yang patut diwaspadai.
Tim DRR Karitas Indonesia Keuskupan Agung Semarang menyelenggarakan pelatihan pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat (Community Management – Disaster Risk Reduction). Kegiatan ini diselenggarakan pada 7 – 12 Desember 2009 di Puri Indah Inn, Kaliurang, Yogyakarta. Pelatihan ini merupakan kelanjutan pelatihan yang sudah diselenggarakan pada bulan Oktober yang lalu.
Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari tiga paroki, yaitu : Sragen, Bantul, dan Sumber. Jumlah peserta memang tidak sebanyak pelatihan pertama karena mereka yang tidak menyelesaikan training pertama hingga hari terakhir tidak mengikuti training lanjutan ini. Selain itu, tidak ada perwakilan dari staff program Karina KAS yang lain mengingat panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk pelatihan ini.
Training tidak melulu dilakukan di dalam ruangan. Ada kesempatan pula
untuk melihat fakta di lapangan. Seturut rencana, Jumat, 11 Desember 2009, peserta akan mengunjungi desa Ngargomulya, Paroki Sumber, Dukun, Magelang untuk mencicipi situasi factual dengan berpraktek bersama warga masyarakat tentang apa yang diperoleh selama pelatihan tersebut. Harapannya, peserta dapat memiliki gambaran yang utuh mengenai Pengurangan Resiko Bencana dan dapat melakukan implementasinya di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas paroki dampingan tim DRR Karina KAS. Setelah paroki Sumber, tahun 2009 ini, tim DRR Karina KAS mengembangkan area dampingan ke paroki Sragen dan Bantul.
Oleh Albert Deby (public relation officer Karina-KAS)
- DRR FM
- Pengalaman
- dibaca 1491x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


