Apa yang Sedang Terjadi
Di Negara kita Indonesia dahulu kala sering disebut negara yang ramah, sopan dan santun. Indonesia juga kaya akan hasil bumi karena banyak daerah yang sangat subur dan di masing-masing daerah pastinya mempunyai kekhasan tersendiri atau keunikan tersendiri. Lahan atau tanah yang membentang sangat luas dan hijau. Kelautan yang kaya akan hasil lautnya. Sungai pun juga banyak terdapat dan cukup jernih dan melimpah.
Gambaran di atas mungkin pernah kita lihat bahkan kita alami. Bagi orang tua kita mungkin masih banyak ingatan mereka tentang keindahan dan keunggulan Negara kita itu. Tetapi bagi anak bahkan cucu mereka saat ini jelas kurang merasakan hal itu atau bahkan tidak merasakannya lagi.
Sekarang banyak kejadian-kejadian yang mungkin membuat mereka (para pejuang & orang-orang tua kita) menangis sedih dan mungkin tidak bisa terima dengan keadaan yang saat ini dialami Negara kita. Mereka pernah memperjuangkan untuk mempertahankan tanah mereka, mereka juga menyayangkan terhadap orang-orang saat ini yang tidak menghargai pengorbanan mereka. Para pejuang Indonesia menitipkan tanah air ini kepada para penerus untuk selalu dirawat dan jangan diabaikan.
Orang-orang saat ini sudah banyak mementingkan kepentingan diri pribadi (egois), kehilangan persatuan bangsa. Sebagai contoh tindakan anarkis yang dilakukan mahasiswa dengan aparatur Negara. Jika hal itu dilihat sungguh sudah tidak mencerminkan kepribadian Negara ini seperti yang digembar-gemborkan dulu. Mahasiswa sendiri sekarang kelihatannya hanya bisa berdemo dan berdemo, hanya bisa menuntut dan menuntut, bahkan malah merusak fasilitas umum dan tidak pernah bisa memberikan solusi untuk sesuatu yang mahasiswa tuntut. Begitu juga aparatur Negara juga sering bertindak anarkis, menyalahgunakan wewenang dan selalu membenarkan diri dengan berbagai alasan.
Trus siapa yang akan bertanggung jawab terhadap apa yang sedang terjadi ini? Itukah cermin mahasiswa yang seharusnya menjadi asset berharga bagi bangsa ini? Itukah aparatur Negara yang sepertinya hanya sebagai robot karena harus selalu menuruti perintah atasan entah benar atau salah? Mungkin pertanyaan ini yang sekarang banyak terlontar dari golongan akar rumput.
Bagaimana gambaran indah atau impian setiap masyarakat ini akan terwujud jika para penghuninya tidak bisa bersatu?
- DRR FM
- Pendapat
- dibaca 1476x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.Net)- Warga Kecamatan Medan Perjuangan meminta lokasi langganan banjir di kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Pelita II dan Jalan Letda Sujono Medan diatasi sesegera mungkin agar masyarakat
Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar, SE,MM saat melakukan reses Sabtu (2/6) di lokasi posko Warga Jalan Ngumban Surbakti memuji semangat juang 33 warga Jalan Ngumban Surbakti
Medan (Suara Komunitas.Net)-Minat masyarakat mengkosumsi kuliner semakin meningkat. Ini ditandai munculnya berbagai usaha kuliner di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia, terutama Medan. Suasana
Medan (Suara Komunitas.Net) Puluhan pesepeda dikomandoi lembaga Pusaka Indonesia, AJI Medan dan Forum Sadar, Minggu pagi (3/6) memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan berkeliling kota Medan
KLU, Suarakomunitas.net - Kepala Desa dan Perangkatnya mengaku kecewa atas kebijakan pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang hanya mencairkan honornya satu bulan setelah hampir
Momalia, SK - Radio komunitas dapat bertahan jika pengelolanya memiliki kreatifitas tinggi. Salah
Momalia, SK - Momalia FM adalah salah satu radio komunitas di Sulawesi Utara yang berada di daerah terpencil. Letaknya berada di Desa Momalia Satu, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang 



