Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Mengenali Audit Sosial Analisis

Radio Komunitas Lintas Merapi didampingi Lembaga swadaya masyarakat (LSM) IDEA melakukan evaluasi atas program RR Merapi kepada masyarakat,hasil dari audit oleh masyarakat dan kepada masyarakat ini akan dikumpulkan dan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Klaten guna mendapatkan respon dan kejelasan tentang Dana Rehab Rekon Merapi,pelaksanaan audit sosial di 2 desa terkena dampak erupsi merapi Kabupaten Klaten,Desa Balerante dan Desa Sidorejo dilakukan oleh masyarakat yang peduli terhadap pembangunan merapi/dari jumlah personil 40 orang termasuk perangkat Desa di 2 desa tersebut/akan menanyakan langsung kepada masyarakat penerima manfaat/sejauh mana kepuasan,apa yang telah di terima,apa dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Merapi.

Penggalian fakta dalam audit sosial adalah upaya untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu fenomena dimana usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode telaah secara terus menerus sampai ditemukan fakta dasarnya dalam konsensus. Fokus perhatian dalam suatu audit sosial adalah masalah, masalah yang muncul dalam pikiran peserta konsensus berdasarkan penelaahan situasi yang meragukan (a perplexing situation) sampai ditemukan fakta dasarnya.

Mendefinisikan apa yang diaudit terkait dengan kebijakan apapun termasuk BOS, Raskin, dan Pupuk Bersubsidi menjadikan cara audit sosial mengambil fokus dalam kegiatannya. Sedangkan di Merapi dibahas masalah Dana Rehab Rekon. Isu-isu itu menjadi tema yang diambil dari situasi yang terkini terhadap permasalahan sosial. Pembahasan tentang isu aktual tentang misalnya kebijakan BOS, Raskin, dan Pupuk Bersubsidi akan memiliki arti fungsional apabila dibahas dalam kaitannya dengan kejadian atau permasalahan tertentu, dengan demikian isu itu akan menjadi jelas dan memiliki arti yang penting.

Secara sederhana isu diartikan sebagai sebuah pokok persoalan untuk ditanggapi. Terhadap sebuah isu, dalam audit sosial dibicarakannya sebagai fakta dasar terkait dengan isu yang dinilai. Terhadap sebuah isu perlu dilakukan penggalian atau pencarian informasi secara mendalam untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya.

Audit sosial adalah sebuah penelitian metode evaluasi biasanya dilakukan untuk menjawab pertanyaan “apakah kebijakan/program ini bekerja sebagaimana seharusnya?”. Smith and Glass (1987: 31) mendefinisikan penelitian evaluasi sebagai “the process of establishing value judgments based on evidence” .

Audit sosial mengukur efektivitas dari suatu kebijakan, program atau cara melakukan sesuatu. Audit sosial menggali sesuatu fakta berbentuk deskriptif, eksploratif, maupun eksplanatif. Namun demikian, pada umumnya adalah deskriptif. Jenis hasil audit sosial bersifat summative evaluation ditujukan untuk mengetahui hasil dari penerapan kebijakan tersebut.

Audit sosial memberikan beberapa hasil akhir yang diharapkan dijadikan alat identifikasi dan evaluasi fakta dasar pada pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Hasil akhir yang diharapkan oleh audit sosial antara lain adalah:
1. Fakta dasar yang tervalidasi melalui konsensus sosial
Dengan adanya audit sosial maka informasi diketahui dalam kebijakan dilakukan validasi dengan menggunaka inter-subyektif sehingga informasi itu valid dan akurat, sehingga pada tahap perencanaan informasi tersebut dapat membantu pelaksana dalam melakukan kegiatan dengan lebih baik.
2. Fakta dasar yang terdiagnosis
Audit sosial memberikan jalan untuk memahami dan mengidentifikasi fakta dasar, serta menunjukkan jurang dari informasi yang dimiliki oleh pemangku kebijakan. Sehingga pemangku kebijakan dapat memperbaiki kelemahan dan mengurangi jurang informasi tersebut.
3. Fakta dasar sebagai informasi
Dalam audit sosial penyampaian fakta dasar adalah salah satu fokus yang ada di dalamnya. Dalam keadaan yang serupa audit sosial membantu pemangku kepentingan dalam fokus dan menggunakan sumber fakta dasar agar kebijakan efektif dan efisien.
4. Fakta dasar sebagai umpan balik
Audit sosial adalah alat evaluasi dalam kebijakan. Dalam kegiatan audit sosial, informasi kembali dikoreksi dari awal masuknya infomasi pada program kebijakan hingga informasi keluaran yang sungguh dibutuhkan (diharapkan) pemangku kepentingan.
5. Fakta dasar sebagai pengetahuan baru pemangku kepentingan
Audit sosial memberikan pengetahuan baru bagi pemangku kepentingan tentang peran mereka dalam sebuah kebijakan. Para pemangku kepentingan akan mengetahui tentang proses setelah melakukan audit sosial, termasuk filosofi, dan struktur yang ada dalam rantai nilai, sehingga pada akhirnya para pemangku kepentingan akan mengetahui alur dan kegunaan fakta dasar pada suatu kebijakan yang telah digali.

Sehingga audit sosial dengan demikian akan menjadi artefak, seperti petani mempunyai cangkul.

Tulisan terkait:
AUDIT SOSIAL DANA REHAP REKON MERAPI
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09201 seconds.