Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Desa Sei Sijenggi Susun RPJMDes Sacara Partisipatif Pendapat

RPJMDesa merupakan dokumen perencanaan pembangunan desa yang akan mensupport perencanaan tingkat kabupaten. Jika ini dapat dilaksanakan dengan baik maka kabupaten akan memiliki sebuah perencanaan yang memberi kesempatan kepada desa untuk melaksanakan kegiatan perencanaan pembangunan yang sesuai dengan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik (good governance) seperti partisipatif, transparansi dan akuntabel.  

Penerapan rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Sebuah desa diharuskan mempunyai perencanaan yang matang berlandaskan partisipasi dan transparansi serta demokratisasi yang berkembang di desa yang terangkum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa dalam waktu 5 tahun.
Namun realita di lapangan, masih banyak ditemukan berbagai masalah dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran desa. Dimana RPJMDesa hanya disusun aparat desa saja tanpa melibatkan masyarakat. Selain itu, RPJMDesa dibuat hanya untuk pencairan ADD saja. Mirisnya lagi RPJMDesa dibuat dengan mencontoh RPJMDes yang dimiliki desa lain.
Beberapa persoalan tersebut dikarenakan terbatasnya kapasitas dan komitmen pemerintahan desa untuk menyusun perencanaan dan penganggaran desa secara partisipatif.
Perencanaan pembangunan desa yang dibangun secara sistematis dan partisipatif sesuai potensi desa merupakan proses yang sangat penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menentukan dan mewujudkan prioritas pembangunan desa mereka.
Pada kenyataannya, kapasitas ini masih sangat kurang. Penyusunan perencanaan dan penganggaran pembangunan desa yang partisipatif memang bukanlah hal yang mudah diperlukan kesiapan sumber daya manusia dan komitmen dari desa sendiri, setelah RPJMDes dibuat juga diperlukan kordinasi dan komitmen dari pemerintah kabupaten untuk menjadikan RPJMDes sebagai acuan dalam perencanaan dan penganggaran kabupaten.
Sebagai salah satu desa dampingan BITRA Indonesia, Desa Sei Sijenggi Kecamatan Perbaungan bulan Maret hingga Mei 2013 melakukan penyusunan RPJMDes secara partisipatif dengan melibatkan semua elemen masyarakat.
Mulai dari persiapan, sosialisasi, Musdus, Lokakarya desa, Musrenbang Desa sampai pada proses pendokumentasian. Proses tersebut dipandang sebagai praktek baik dalam penyusunan RPJMDes yang patut dibagikan kepada seluruh desa-desa dampingan BITRA Indonesia.(ilham pane)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.1021 seconds.