Selamat Jalan, Paijo Sahabatku, Sahabat Kita Semua !
Namanya cukup Ndeso, Paijo. Tetapi banyak orang tidak tahu nama Aslinya yakni : Puji Prayitno. Umurnya masih tergolong Produktif, 52 tahun. Saya kenal betul, beliau adalah penggiat radio Komunitas sejak Tahun 90-an. Konsisten sekali, dari dulu namanya tidak berubah. yaitu Radio Patas FM. Nama ini mungkin karena letak geografinya ada di perbatasan antar dua kecamatan di Bantul, Kecamatan Bambang Lipuro, dan Kecamatan Kretek.
Pada Tahun 1996, ketika saya dari Pleret Ngikut Istri menempati Rumah Dinas di Gejligpitu, Sanden, Saya juga memboyong Rakocap FM dan On Air di sana. Suatu saat saya bertamu ke Patas FM, Dan dia sempat berkata : "Wah Rakocap ki Ngendi Yo00..Edan tenan kok..banter tur lagu-lagune Mung Disco terus !." (Wah Rakocap Itu mana ya.. Keras dan lagu lagunya Disco terus -Ind). Itulah kata kata pertama yang saya ingat saat itu. Pada saat itulah Pihak Depapostel juga gencar-gencarnya sweeping. Konon Radio Patas ini, sampai dua kali kena Sweeping, dan terakhir kabarnya TX-nya di Cor dengan Beton.
Sering saya ketemu dengan dia seperti Pelatihan di MMTC, di KPID dan acara acara Rakom lainnya. Suatu saat juga dia sempat telepon aku bahwa monitor Patas FM yang rumahnya di Samas bisa mendengarkan Swadesi FM 107,9, Masak seh ?.... Untuk menyakinkan saya Almarhum pernah Interaktif di Swadesi FM, dengan memakai antena pemancarnya diinduksikan dengan radio reciever.
Sahabat kita yang sudah Almarhum ini juga sangat kreatif, pemancar radionya (TX) adalah Homebrowing, alias buatan sendiri, termasuk Antena dan Mixer audio-nya. Saya bangga dengan Alamarhum, pernah dia berkata kepada saya: Awake dewe kijan, mung radio Lola, ora kaya radio-radio kae...Pemancare di nehi, Apik. Wis Dho PLL meneh ! (kita itu radio "Yatim Piatu", Nggak seperti radio-radio sana itu.Pemancarnya Dikasih, Bagus, Sudah PLL lagi !). Itulah kata-kata almarhum, yang selalu diucapkan ketika ketemu aku...karena Alamarhum juga tahu bagaimana Swadesi FM, Swadaya dengan sendiri. tetapi aku selalu besarkan semangatnya. "Sampeyan ki rasah nggresulo, wis diniyati kok, ho po ra..., nek gelem yo siaran nek kesel Yo leren...oke toh ?.(Kamu itu nggak usah nggerundel, sudah diniyati kok, kalau mau ya siaran, kalau capek ya istirahat. oke toh ? )...aku mencoba menghibur saat itu.
Suatu malam saya pernah maen dan disuruh nimbrung siaran. Mungkin seperti tempat kita juga, studionya berantak-an. Tetapi Paijo dan saat itu ada Co-DJ melayani SMS serta interaksi Telepon yang masuk di Radio Patas dengan guyon dan telaten. Acara campursari serta Gendhing (Gamelan) Jawa menjadi andalan Radio Patas ini.
10 hari sebelum meninggalnya, saya ke rumahnya, hampir 2 jam lamanya. Sebelumnya saya di dalam Telepon dia mengatakan bahwa baru sakit, tetapi saat itu masih Guyon... seperti biasanya aku ke rumahnya langsung menuju ke belakang...ya Ampun saat itu dia baru nongol dari kamar mandi..dan benar. dari raut mukanya baru sakit. Kemudian aku diajak ngobrol ngalor-ngidul di terasnya. Bahkan aku juga sempat diajak ke ruang studio barunya, sebuah kamar depan. Agaknya kali itu sudah maju patas, sudah ada Mixer representatif, ada Komputer dan Meja, layaknya sebuah Call Box Siaran.
Dalam obrolannya, Patas segera akan EDP dengan KPID Yogyakarta, konon 13 Februari 2010. Tetapi nasib berkata lain sahabatku... Engkau sangat mendambakan, agar aku bisa membantu mengusahakan exitermu PLL. K atamu sangat lugu saat...akupun tidak janji, tetapi aku masih berusaha agar bisa membantumu..
Hari Jum'at, 5 Februari 2010 yang lalu, ketika di makam dusun Ngentak, Paliyan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, di tempat terakhir istirahatmu, di depan liang kuburmu aku hanya bisa berdoa, semoga engkau diterima di sisiNYa, diampuni segala dosa- dosamu, dan diberikan tempat yang layak disisiNya. Amien Amien Ya Rabbal 'Alamin.
Selamat jalan Paijo, sahabatku, sahabat kita semua !
- Swadesi FM
- Pengalaman
- dibaca 1361x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPD RI, DR.H.Rahmat Shah berharap pelaksanaan E-KTP, sebagai salah satu pelaksanaan Undang-undang dapat dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, khususnya ketelitian
Medan (Suara Komunitas.Net)- Anggota DPD RI DR. H. Rahmat Shah menilai pelaksanaan Elektronik-KTP (E-KTP) yang ada hendaknya disempurnakan, baik dari jumlah peralatan maupun kesiapan sumber daya manusia
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada 



