Acara Ritual Rabu Pungkasan, Meriah dan Banyak Pencopet !
Bertepatan Selasa, 9 Februari 2010, kembali digelar acara Tradisi Rabu Pungkasan. Acara tersebut selalu memakai kalender Jawa, yakni setiap Selasa Malem Rabu akhir di bulan Sapar. Sebelumnya digelar pula Pasar Malam yang digelar 10 hari sebelumnya, bertempat di Lapangan Desa Wonokromo. Pleret, Bantul, Yogyakarta.

Pada puncak malam rabu-nya diadakan acara Ngarak Lemper. Yakni semacam Karnaval yang dimulai start dari
halaman Masjid Karang Anom, jalan Imogiri Timur, kemudian berjalan menuju balai Desa Wonokromo. Acara ngarak lemper sendiri diadakan baru 10 tahun belakangan ini. Tokoh Masyarakat sekaligus penggagas acara Ngarak Lemper Gunawan, mengatakan bahwa diadakannya acara ini untuk identitas acara Rabu Pungaksan. “Kalau di Gamping ada Bekakak, di Jatinom ada Apem, maka di tempat Wonokromo ini harus mempunyai Ciri khas, makanya yang kita arak disini adalah Lemper Raksasa !, demikian kata lelaki yang juga perangkat desa itu.
Arak-arakan Lemper Raksasa juga diiringi oleh para Prajurit / Bregodo Jaran Sembrani, Layaknya sebuah Prajutit Kraton. Ada Juga Dayang dayang cantik mengikuti dari belakang, dan Bergodo Musik (Tetabuhan) Tradisi tak ketinggalan sebuah Gunungan menambah keindahan kirab tersebut.
Lemper Raksasa setelah tiba di Pendopo Balai Desa Wonokromo, sebelum dipotong diadakan upacara. Hadir saat itu Bupati Bantul, Drs. H. Idham Samawi, Pejabat Muspida Bantul, serta Muspika Kec. Pleret, serta tokoh tokoh masyarakat Desa Wonokromo. Bupati bantul dalam sambutannya sangat apresiatif sekali pada acara ritual semacam ini. “Semoga acara budaya yang sudah turun temurun dari nenek moyang kita bisa dilestarikan dan menjadikan media silahturakhim serta wujud syukur kita kepada Alloh SWT", Lanjut Idham.
Setelah dilakukan Umbul Donga, acara berdoa yang dipimpin langsung oleh Lurah Desa Wonokromo, Guswanto. Kemudian seorang prajutir maju untuk menyerahkan Pedang kepada Bupati, yang segera memotong Lemper Raksasa.
Massa yang sudah menunngu sejak jam 20.00 WIB, sudah tidak sabar lagi, meski sudah dibagikan Lemper kecil, dengan cara disebar tetapi pendopo balai Desa Wonokromo, akhirnya menjadi tumpah ruah. Bupati-pun tak luput berada di tengah kerumunan massa yang berjubel berebut Lemper itu.
Mbah Warno (62 ), meski dia harus berjalan 5 km, tetapi dia beranikan diri untuk ikut berebut lemper. “Kulo pitados mas, bilih Lemper menika, saged ngrejekeni !“ (Saya Percaya Mas, kalau Lemper ini bisa mendatangkan Rejeki –Ind ), kata lelaki asal Dusun Ngrombo.
Acara berakhir pada pukul 22.30, Karang Taruna Sulatan Agung Desa Wonokromo, selaku P
anitia penyelenggara, bersyukur acara bisa berlangsung dengan aman. Salah seorang panitiya Eko, menyayangkan masih banyak pencopet dalam kegiatan tersebut: “Banyak sekali yang melapor kehilangan HP, Dompet, atau Barang berharga lainnya !". Eko menambahkan, Korban pencopetan termasuk Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kab. Bantul, Drs. Suyoto.
“Untung isinya Cuma sedikit, tetapi yang penting kan surat suratnya …”, kata pak Yoto kepada Swadesi FM1079, sambil makan Lemper.
- Swadesi FM
- Berita
- dibaca 1431x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPD RI, DR.H.Rahmat Shah berharap pelaksanaan E-KTP, sebagai salah satu pelaksanaan Undang-undang dapat dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, khususnya ketelitian
Medan (Suara Komunitas.Net)- Anggota DPD RI DR. H. Rahmat Shah menilai pelaksanaan Elektronik-KTP (E-KTP) yang ada hendaknya disempurnakan, baik dari jumlah peralatan maupun kesiapan sumber daya manusia
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada 



