Musyawarah Luar Biasa TPK
SRAGI - Pekalongan , Musyawarah Desa Luar Biasa yang dilaksanakan pada Rabu (20/01) dihadiri oleh PjOK, Fasilitator Teknik, UPK, PL, BPD, LPMD, KPMD serta warga Tegalsuruh. Musyawarah yang dimulai pukul 2 siang berakhir sampai dengan pukul 17:35 WIB. Musyawarah ini merupakan penyelesaian tanggungjawab TPK atas kekurangan volume dan juga sebagai Musyawarah Desa serah terima tahun 2009.
Pada perjalanan musyawarah tersebut berjalan dengan demokratis karena dari pihak yang tidak setuju dengan hasil pelaksanaan TPK diberi kesempatan untuk berpendapat dan menanggapi hasil pelaksanaan TPK.Setelah dibagikan dan dibacakan hasil Laporan penambahan volume menjadi 1.012,2 m oleh TPK, diwarrnai
protes dari seorang warga Tegalsuruh, Hal ini disebabkan volume yang direalisasikan belum sesuai dengan yang ada digambar teknik PNPM, ungkap mulyono seorang warga Tegalsuruh yang merasa belum puas saat adanya laporan pertanggung jawaban TPK tahap 3.
Mulyono masih belum puas dengan hasil ini, karena belum sesuai dengan rencana teknis.
Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan saluran tersier sepanjang 1.012,2 m di dusun 2 desa Tegalsuruh dengan dana sebesar Rp 142.675.000 .
Hal ini disebabkan volume yang direalisasikan belum sesuai dengan yang ada digambar teknik PNPM, pengerjaan volume baru bisa sepanjang 860 m dari Volume sepanjang 1.012,2 m.
Dengan adanya kritikan ini, Tugiyono selaku Ketua TPK desa Tegalsuruh menjelaskan bahwa pada akhir desember 2009 TPK bisa menyelesaikan volume sepanjang 1.012,2 m.
Kemudian hasil pegerjaan TPK diukur ulang pada Rabu(13/01)oleh fasilitator Teknik kabupaten(Fastekab), fasilitator Teknik Kecamatan, UPK, dan juga Pendamping Lokal (PL) bersama dibantu oleh KPMD, dengan hasil bahwa volume tersebut sudah ada pengembangan panjang saluran tersier dari 860 m menjadi 1.012,2 m.
Kemudian Tugiyono menerangkan bahwa penggunaan anggaran PNPM di desa Tegalsuruh tidak seratus persen sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya karena ada Biaya yang dikeluarkan secara non teknis termasuk adanya pembelian sanyo untuk membantu pengadaan air waktu pengerjaan saluran tersier, dan adanya biaya-biaya langsir material yang tidak masuk dalam Rencana Anggaran Biaya pembangunan saluran tersier.
Kemudian Ketua BPD menawarkan kepada forum apakah Laporan pertanggungjawaban TPK ini bisa diterima oleh warga masyarakat desa Tegalsuruh dalam pembangunan saluran Tersier?
apabila dari bapak Bulyono tidak puas dengan penyelesaian ini maka saya secara pribadi akan mengundurkan diri dari Kelembagaan BPD dan kemungkinan akan diikuti oleh teman yang lain,karena sebagai manusia itu tidak luput dari kesalahan karena TPK juga tidak bisa sempurna sesuai dengan Harapan pak Mul, kalau pelaksanaan ini sempurna sesuai dengan harapan pak mul maka memberi kesempatan kepada warga "nggawe dewe, duite dewe, mbangun dewe ( Bikin sendiri, dengan uang sendiri dan dibangun sendiri)"Ungkap Bapak Usman Selaku Ketua BPD desa Tegalsuruh saat pelaksanaan MLB.
Ada inetrupsi dari warga sebelum disetujuinya pertanggungjawaban tersebut,yaitu memberi saran kepada TPK agar bisa menerima masukan yang positif untuk meningkatkan kinerja TPK agar dilaksanakan pada tahun kedepan demi pembangunan di desa tegalsuruh, termasuk diikutkan dalam perancangan gambar teknik maupun dalam musyawarah,kemudian ada interupsi yang kedua dari pihak ketua kelompok petani bernama pak Rohmat,mengatakan bahwa sudah melihat langsung hasil saluran tersier dan manfaat penggunaan air dengan adanya saluran tersier sehingga menyetujui hasil pertanggungjawaban hasil pelaksanaan saluran tersier dengan catatan agar TPK bisa menerima masukan-masukan positif dari masyarakat yang sifatnya membangun, kemudian interupsi ketiga dari bapak codi warga masyarakat menandaskan bahwa dalam musyawarah ini tidak tertuju pada salah seorang akan tetapi ditujukan kepada masyarakat secara umum dalam pembangunan kegiatan PNPM ini sehingga tidak menghambat pelaksanaan PNPM ditahun berikutnya.
Selanjutnya saat pertanggungjawaban ini akan disahkan oleh masyarakat melalui forum Musyawarah Desa Luar Biasa, Ketua BPD menjelaskan bahwa perbedaan dalam pendapat itu merupakan hal yang biasa akan tetapi apabila penyelesaian itu tidak bisa diselesaikan bersama dalam permasalahan ini maka akan terjadi permasalahan yang berkepanjangan. merupakan evaluasi yang bagus ketika dari TPK menerima masukan dan melaksanakan sesuai dengan perencanaan.
kemudian kembali ditawarkan oleh Ketua BPD apakah masyarakat menyetujui hasil pelaksanaan TPK atas pengerjaan Saluran Tersier dengan Anggaran sebesar Rp 142.675.000 ?
dijawab tegas YA oleh warga Tegalsuruh yang hadir dalam Forum Musyawarah Desa Luar Biasa.
Proses musyawarah yang dibangun melalui PNPM adalah solusi tepat untuk menyelesaikan masalah apabila ada temuan-temuan dan dapat diselesaikan dengan bukti yang ada.
(djnarto)
- n/a
- Berita
- dibaca 1461x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



