Handphone Berdampak Negatif di Wilayah Pondok Pesantren
Handpone sebuah alat komunikasi yang mempermudah seseorang untuk saling berhubungan, ini merupakan kemajuan dalam bidang teknologi yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Banyak dampak positif yang diperoleh dari kemajuan teknologi seperti ini selain mempermudah seseorang berkomunikasi dengan orang lain mempermudah pula dalam hal informasi. Jadi seseorang akan cepat medapat informasi melalui handphonenya sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan membawa dampak negatif pula.
Melihat kemajuan semakin pesat, maka handpone tidak saja berfungsi sebagai alat komunikasi saja namun masih banyak fitur dan layanan-layanan yang bisa digunakan melalui handpone tersebut. Misalkan layanan internet yang langsung online melalui handpone itu sendiri. Maka tidak heran dengan kemajuan zaman ini setiap orang bahkan semua orang di pelosok wilayah ini mempunyai handphone, mulai dari orang tua, dewasa, remaja, bahkan anak-anak yang masih usia dini.
Di wilayah pondok pesantren seperti pondok pesantren Nurul Hakim yang mengedepankan akhlak dan budi pekerti serta keilmuannya dalam bidang agama tentunya mempunyai banyak peraturan-peraturan yang tentunya akan bisa membimbing anak didiknya menjadi orang yang berakhlak dan berbudipekerti. Dengan adanya handphone menurut fikri salah seorang pengurus pondok pesantren itu bisa mempermudah seorang santri berkomunikasi dengan orang tuanya terutama santri yang berasal dari luar daerah seperti Sumbawa, Dompu, Bima, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan lainnya.
Namun handphone bagi santri ternyata tidak difungsikan seperti apa yang diharapkan para pengurusnya bahkan itu yang membuat mereka malas belajar bahkan bisa merusak akhlak dan budi pekerti mereka sendiri. Karena itu santri di pondok pesantren nurul hakim dilarang keras untuk membawa handpone karena melihat lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. Oleh karena itu ”bagi para wali santri supaya tidak memberikan anaknya untuk membawa handphone saat masuk ke pondok pesantren”, pesan Ust. Ali Fikri.
- NHK FM
- Liputan Khusus
- dibaca 1982x
- [2] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



