Suara Komunitas
  • HOTLINE SMS : 
  • 08180 438 9000
  • 19 Aug 13:42: 628122714xxx: : Sk berita sms masih aktif brow..
  • 12 May 11:08: 6287711594xxx: : SDN O5 Sragi, sosialisasikan ujian sekolah kepada wali murid
  • 12 May 10:05: 6287711594xxx: : KPUD kab.Pekalongan gelar rapat pleno penetapan calon terpilih anggota DPRD, pemilu 2014
  • 6 May 18:34: 6287711594xxx: : SK Pejabat sementara desa Tegalsuruh,Sragi,Pekalongan dilematis
  • 21 Mar 16:10: 6285217882xxx: : Terkait dugaan pelanggaran kampanye PD yg berlangsung 17/3, di Lap Gondang Kec Gangga Panwaslu KLU panggil Kades Loloan M.Helmi
  • 21 Mar 15:54: 6285217882xxx: : Sidrap (SK)-Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah bertempat di SDN 1 Bila melibatkan semua sekolah dasar se-Kecamatan Pitu Riase berlangsung 18-20 Maret 2014
  • 21 Mar 12:39: 6281907813xxx: : Akibat hujan deras sejumlah infrastruktur pembangunan PNPM di Desa Ketangga, Kec. Suela rusak terseret banjir.
  • 16 Mar 15:06: 6285263168xxx: : Kabut asap yg menyelumuti kota/kabupaten Padang Pariaman,hal ini mengganggu aktifitas warga, apalagi dlm pelaksanaan kegiatan fisik Pnpm.(RULLY FERDIAN BAHANA SMK DWIPA FM KOTA PARIAMAN SUMBAR)
  • 13 Mar 16:00: 6285263168xxx: : Sedang berlangsung MAN (Musyawarah Antar Nagari) Pertanggungjawaban UPK th 2013 dan MAN Dok BLM THN 2014 PNPM MPD Kecamatan VII Koto kab Padang Pariaman, hari ini tgl 12 Maret 2014.(RULLY FERDIAN:BAHANA SMK DWIPA FM KOTA PARIAMAN SUMBAR )
  • 6 Mar 23:19: 6281805210xxx: : Praya.sepentura fm.kegiatan pnpm mp yg d laksanakan pada tahun 2013 d lingkungan tiwu galih menghabiskan dana 350 jt dan semua dana tsb d gunakan untk kegiatan fisik dan adapun proses pencairan dana d lakukan scra bertahap guna memenuhi sasaran

Iklan Untuk Radio Komunitas

26 Januari 10 | 22:29

Bag 09
Oleh : Dhimas HR (JRK Pekalongan)

Salam Komunitas……
Besarnya pendanaan operasional On Air program maupun Off Air radio komunitas masih menjadi (sedikit) konflik bagi pengelola radio itu sendiri mulai dari pembayaran listrik, beli kaset, minuman penyiar dan lain sebagainya. Lalu bagaimana radio komunitas bisa menyelesaikan permasalahan tersebut?

Sebenarnya masih banyak jalan untuk mencari pendanaan menutup operasional radio komunitas selain dari Iklan yang memang dilarang bagi radio yang notabenenya non komersil ini. Jelas bahwasanya radio komunitas merupakan radio yang non komersil maka iklan yang bisa disiarkannya pun iklan yang sifatnya non komersil tentunya. Tetapi sayangnya tidak banyak kawan–kawan pengelola radio komunitas yang memahami betul arti dan makna iklan layanan masyarakat yang sesungguhnya apalagi cara men-design agar iklan layanan masyarakat yang diproduksinya tetap menarik sehingga menghasilkan uang untuk mendanai operasional radio komunitas.

Iklan Layanan Masyarakat jelas diakui keberadaannya bagi ranah komunitas sehingga tidak ada larangan apapun (Undang - Undang) untuk disiarkan di iradio komunitas. Dan ini bisa menjadi factor yang cukup membantu membiayai seluruh operasional radio karena sejujurnya juga tidak ada batasan berapa rupiah yang harus dibayarkan oleh pengguna Iklan Layanan Masyarakat sehingga jika saja boleh saya mengatakan bahwa nilai Iklan Layanan Masyarakat tidak lebih sedikit bila dibandingkan dengan Iklan Komersil yang berbeda adalah dari nilai muatan Iklan tersebut. Jika iklan niaga jelas–jelas dibuat untuk menarik keuntungan, sementara iklan layanan masyarakat dibuat untuk sosialisasi – penyampaian informasi tanpa menghasut pendengar untuk membeli produk tertentu. Jadi menurut saya masih sangat memungkinkan iklan layanan masyarakat menjadi salah satu factor penting pendanaan radio komunitas selain dari hasil penjualan kartu request atau kartu pilihan pendengar atau apapun istilahnya menurut teman–teman pengelola radio komunitas.

Konsep dalam mengemas sebuah Iklan layanan masyarakat memang menuntut banyak inovasi dan kreatifitas agar dapat menimbulkan efek menarik baik bagi pendengar maupun partner yang akan diajak kerjasama, artinya tidak monoton, lugu tetapi butuh ide–ide cemerlang yang brilliant (Original) agar tidak terkesan plugiat atau meniru, mencontek, butuh kecermatan dalam pembuatannya, sehingga hasil yang dikemas betul–betul luar biasa. Tentunya tidak akan kalah hebatnya dengan suguhan–suguhan iklan niaga.

Saya sampaikan sekalian bahwa semestinya perihal iklan layanan masyarakat perlu dijadikan program jaringan (khusus ILM) yang benar–benar khusus, di sini hanya membahas tentang apa, dan bagaimana cara mengelola ILM jadi bukan sekedar proses produksinya saja. Selama ini menurut pengamatan saya (Pribadi) ILM masih belum mendapatkan cukup porsi dalam program atau agenda kegiatan justru seringkali lebih kepada proses produksinya bahkan menjadi semacam Euphoria dalam banyak kesempatan pelatihan–pelatihan yang saya jumpai. Tidak ada keharaman memang tetapi saya masih yakin bahwa sudah banyak teman–teman pengelola radio komunitas yang telah bisa dan mampu bahkan sudah ahli memproduksi iklan menggunakan Sofware berkat dari pelatihan–pelatihan terdahulu karena standartnya tho bukan dari hasil yang Ndhakik–Ndhakik nya iklan tetapi lebih kepada apa yang hendak disampaikan. Jika demikian adanya tentu sekarang bukan saatnya lagi kita berkutat disekitar pembuatannya / produksinya saja tetapi semestinya bagaimana cara mencari ide–ide brillian “bisa menjual“ dan partnerpun bisa tertarik untuk mendanai iklan layanan yang hendak diproduksinya, itu khan yang saat ini masih menjadi pertanyaan setiap kita?

Maka sekarang seharusnya yang menjadi pemikiran bersama adalah kapan pelatihan khusus iklan layanan masyarakat bisa kita ikuti, atau narasumber siapa yang sekiranya cocok dan berkualitas menjadi tentor untuk bidang iklan layanan masyarakat. Dan ini sekaligus menjadi usulan saya secara pribadi kepada rekan saya Sdr. Reynaldi selaku ketua jaringan radio komunitas Jawa Tengah yang baru agar segera membuatkan agenda program jaringan tentang pelatihan ILM selain program Regulasi radio. Kenapa mesti demikian karena memang ini akan sangat membantu banyak teman–teman pengelola radio komunitas tentang makna yang sebenarnya, membuka wacana baru teman–teman yang mungkin beranggapan bahwa iklan layanan masyarakat tidak bisa menghasilkan uang, iklan layanan masyarakat tidak boleh dialog, dan banyak doktrin lainnya yang sejujurnya salah kaprah.

Dengan tidak menutup diri tentang bagaimana belajar mengelola iklan layanan masyarakat ini kemungkinan terbesarnya adalah kemampuan keuangan radio yang meningkat tentunya dari hasil kerjasama dengan partner ILM, kreatifitas pengelolanya semakin diberdayakan dengan ide–ide cemerlang tanpa menghilangkan kearifan lokal, radio komunitas bisa semakin leluasa menyampaikan informasi karena adanya dukungan dana dan tentu saja (paling tidak) membantu ongkos bensin / beli air minum penyiar–penyiarnya. Karena ini juga seringkali menjadi keluhan teman–teman dan alasan yang mendasar ya karena pemasukan yang tidak seimbang karena hanya mengandalkan kartu request itu tadi.

Semoga ini bisa menjadi salah satu jalan keluar untuk masalah pemasukan radio yang seringkali menjadi masalah besar bagi kita semua. Saya akan coba berikan sedikit wacana tentang berapa penghasilan dari penjualan iklan layanan masyarakat dalam hitungan bulan, semoga ini bisa membantu teman – teman yang belum bisa atau mungkin belum pernah mencobanya dan bagi teman–teman yang sudah punya konsep sendiri mohon berbagi agar bisa menjadi perbandingan, sbb ;

Harga jual Iklan Layanan Masyarakat Kesehatan Rp. 2000 (Dua Ribu Rupiah) persiar X 30 = Rp.60.000 (sebulan). RP 60.000 X 5 Pemasang / Klien = Rp. 300.000 Jika radio komunitas memiliki banyak item ILM Yang bisa dijual maka bukan tidak mungkin pemasukan akan lebih banyak lagi. Coba kalikan saja sendiri, contoh yang diatas hanya 1 item ILM dengan 5 pemasang/ donatur sekali tayang, coba jika pemasang menginginkan 3 X Siar maka pemasukannya akan berbeda lagi tentunya. Atau begini saja sederhananya ; 1 X Siar Rp.2000 Instansi A (Contoh Klien) membeli ILM Kesehatan dengan frekuensi siar sebanyak 5 XSiar perhari selama satu bulan maka hitungannya adalah : Rp.2000 X 5 = Rp.10.000 X 30 Sehingga akan didapat pemasukan sebesar Rp. 300.000 Sebulan Instansi B (Contoh Klien) membeli ILM Pendidikan dengan frekuensi siar sebanyak 10 X Siar perhari selama satu bulan maka hitungannya adalah : Rp.2000 X 10 = Rp.20.000 X 30 Sehingga akan didapat pemasukan sebesar Rp. 600.000 Sebulan Maka pendapatan radio komunitas sebulan yang diperoleh dari hanya 2 pemasang ILM (dalam hal ini bisa lembaga mana saja) adalah sebesar : Rp. 600.000 + Rp. 300.000 Rp. 900.000 Coba kawan – kawan estimasi sendiri pemasukan yang akan menjadi pendapatan / kas radio jika dalam satu bulan ada lebih dari 5 pembeli produk – produk ILM yang ditawarkan.

Tentunya itu angka yang cukup tinggi dan bisa mencover kebutuhan radio komunitas selain dari penjualan kartu request/kartu pilpen. Lalu kenapa masih ragu – ragu untuk berkarya dengan sehebat–hebatnya agar produk ILM yang anda tawarkan bisa laku / dibeli lembaga – lembaga yang ada disekitar kita ? Mungkin ada diantara kawan – kawan yang membaca tulisan saya ini meragukan tehnik diatas tetapi menurut saya jangan hanya ragu – ragu lakukan dulu baru nanti bisa memberi penilaian tentang benar tidaknya tehnik di atas, karena saya_kami_telah menggunakan tehnik ini sudah hampir 2-3 tahun ini dan hasilnya ya demikian tadi. Menurut hemat saya tidak ada yang tidak mungkin semua tergantung dari bagaimana setiap kita menggali potensi yang ada, kemampuan yang maksimal, dan kreatifitas masing – masing. Jangan meragukan kemampuan diri sendiri jangan melemahkan kekuatan diri sendiri tetapi gali tentang apa yang bisa anda berikan untuk radio komunitas. Jangan merasa telah berbakti untuk radio komunitas jika tidak bisa mandiri atau bahkan membuat maju radio komunitas jika selalu melemahkan diri sendiri makanya kalau merasa keberatan mengelola radio komunitas ya jangan berkecimpung di sini cari saja radio swasta biar dapat hasil yang diharapkan jangan ngaku – ngaku pengelola radio komunitas jika menggali potensi radio komunitas saja masih bingung, kalau mencari pendanaan saja masih bingung harus bagaimana ya tentu saja bingung wong basicnya saja bukan volunteer. Apalagi bersembunyi dibalik ketidakmampuan radio komunitas (katanya) siapa bilang radio komunitas tidak mampu mandiri siapa bilang radio komunitas hanya radio kecil yang selalu pasrah ? Silahkan kerumah jika ingin detailnya atau hub 081548092192

Selamat Berjuang


Formulir Komentar
Belum ada komentar atas konten ini. Jadilah komentator pertama

Perizinan Rakom

Berbagi di Media Sosial

Tautan

Tulisan Terkait

Tulisan oleh Yobel FM lainnya: