Api Nan Tak Kunjung Padam
Menurut cendekiawan Soedjatmoko (alm.) pembangunan tidak akan berhasil apabila di dalam masyarakat yang sedang membangun itu sendiri tidak ada 'api' semangat yang menjadi sumber pendorong, memotivasi masyarakat yang bersangkutan untuk membangun dirinya sendiri.
Berbekal pandangan itu, pewarta pada saat bertugas di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya, NAD, tahun 2007-2008, mencoba mencari dan menemukan 'api' semangat membangun, khususnya membangun radio komunitas di lokasi-lokasi di mana program ARRNet dikembangkan. Awal mulanya memang 'api', meski kata ini sering berkonotasi dengan 'setan', dan karena itu Adam dan Hawa—menurut Kitab-kitab Suci—tergoda memetik dan memakan buah kuldi walau dilarang Tuhan, lalu ketika dilanggar, diturunkanNya-lah ke dunia. Berbekal itu, 'api' yang dimaksud tentulah semangat, gairah dan daya dorong untuk membangun, untuk bangkit di dunia, yang dalam kasus Aceh terutama bangkit setelah tertimpa bencana tsunami.
Tak mudah mencari dan menemukan 'api' itu, karena, sebagaimana api lainnya, ketika banyak diterpa angin, dia bisa makin berkobar lalu tak terkendali, atau malah mati. Program ARRNet ketika itu harus 'bersaing' dengan berbagai NGO lain. NGO berskala internasional dikenal luas sebagai NGO yang banyak uang, mudah mengucurkan bantuan bernilai besar dan kemana-mana 'keren' dengan kendaraan lapangan four wheel gardan (roda empat untuk medan sulit), sementara staf ARRNet dibekali dengan sepeda motor lapangan dan handphone 'mini' dengan rasa percaya diri yang harus sepadan dengan para staf sesama NGO. Pernah juga fasilitas ARRNet itu 'diledek' rekan kerja karena seperti perbandingan antara bumi dan awan.
Memelihara 'api' ditengah ledekan, biasanya staf Banda Aceh mencium gelagat, lalu membuatkan acara yang mampu menjaga 'api' agar tidak padam. Beberapa acara, meski sebetulnya bagian wajib dari paket program, namun dengannya maka semangat pegiat radio komunitas dapat dipelihara, misalnya ketika peralatan sering rusak lalu diselenggarakan pelatihan teknis, atau rapat-rapat koordinasi yang dihadiri oleh Supervisor dan Staf ARRNet Banda Aceh (lihat foto 2).
Kendati 'api' penting, namun prestasi ternyata tak kalah penting. Mc Clelland, seorang pakar psikologi, menyimpulkan satu teori bahwa orang-orang berprestasi itu memang didorong oleh motif-motif untuk mencapai prestasi secara terus-menerus. Pencapaian prestasi tertentu bukan membuatnya puas dan berhenti hanya sampai di situ, melainkan mendorong mereka untuk meraih prestasi yang lebih baik, lebih cepat, lebih bermutu, lebih memuaskan, dan seterusnya. Mc Clelland menyebut bahwa orang-orang yang kemaruk berprestasi tadi sebetulnya bisa begitu karena mereka telah terkena virus, namanya N-Ach virus. Nama tersebut merupakan singkatan dari N = Need dan Ach yaitu kependekan dari kata Achievement yang berarti pencapaian prestasi. Orang-orang yang telah terjangkit N-Ach virus menjadi progresif dan tak terhentikan dalam mengejar prestasi terbaik yang mungkin bisa dicapainya.
Pewarta, dengan keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan di bidang psikologi terapan, ketika di ARRNet Pidie
dan Pidie Jaya tadi 'iseng-iseng' bereksperimen: bagaimana menularkan n-ach virus kepada rekan-rekan para pegiat radio komunitas Pidie dan Pidie Jaya agar 'api' yang sudah mereka miliki menemukan momentum dan jalur untuk terus menggelorakan program dan pengembangan radio komunitas yang mereka miliki. Di Lamkuta FM, Pidie Jaya, proses tular-menular semangat itu bersambut, dalam artian sekali waktu pewarta menulari, namun waktu yang lain pewarta yang ditulari. Di Simpati FM, Sigli, terjadi juga hal yang sama, bentuknya berupa reportase-reportase yang dimuat di media online ARRNet. Kembang FM, Pidie dan Raja FM, Pidie Jaya, malah lebih jauh lagi dengan mencetak penyiar untuk radio swasta sekaligus berkolaborasi dalam program siaran tertentu. Hal yang sama, dengan intensitas yang sedikit di bawah kedua radkom tadi berlaku di Leuguna FM dan Murtila FM, Pidie.
Sayangnya, kabar terkini yang diterima pewarta, Murtila FM dan Lamkuta FM terkendala untuk bersiaran rutin, Raja FM kembang-kempis karena kesibukan pegiatnya dan adanya kendala dalam regenerasi. Pewarta meninggalkan tanya: ke mana 'api' itu kini? Apakah kemajuan telah memadamkannya? (AEM)
Silahkan baca lagi artikel terkait:
http://www.suarakomunitas.net/index.php?lang=id&rid=6&id=6272
- n/a
- Pengalaman
- dibaca 2074x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



