Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Energi Pesan Leluhur Kerajaan Buton Berita

LAPANDEWA - (SK) Buton adalah nama pulau yang ada di sentral Indonesia,letaknya di jazirah Tenggara Pulau Sulawesi. Pulau Buton merupakan titik pusat Negara Kesatuan Republik Indonesia bila diukur dari Sabang (Provinsi Khusus Nangroeh Aceh Darussalam) sampai ke Merauke (Provinsi khusus Papua Timur maupun dari Sanger Talaut (Provinsi Sulawesi Utara) sampai ke pulau Rote (Provinsi Nusa Tenggara Timur). Dengan demikian pulau Buton berada dipersimpangan jalan lalulintas dari kawasan Indonesia Barat ke Kawasan Indonesia bagian Timur dan dari Kawasan Utara Indonesia ke kawasan Selatan Indonesia.

Buton dalam bahasa awal di sebut Butuuni yang artinya perut atau kandungan. Bila dialogkan pada diri manusia, Butuuni (perut) merupakan tempat rahasia Manikam, tempat pertemuan sperma laki-laki dengan sel telur perempuan yang kelak berkembang menjadi bayi yang lahir di alam dunia menjadi insan kamil (manusia sempurna). Perut juga merupakan salah satu sumber kekuatan manusia sebab merupakan tempat menampung makanan yang dimakan untuk diolah menjadi sari-sari makanan yang akan di distribusikan ke seluruh bagian tubuh.

Menurut cerita para leluhur Butuuni, disebut pulau Butuuni (Buton) karena dipulau tersebut sumber daya alamnya melimpah ruah seperti aspal, minyak bumi, emas, nikel, besi, intan dan lainya. cerita tersebut dibuktikan oleh Tim ahli Geologi Belanda yang terdiri, Ir. A. CH. D Bothe, Ir. C.S. Van Haeften, Dr. Ir. W.H. Hetzel, Ir. W.C. B. Kool Hoven, Ir.J. Reyzer, Dr. H.E.G. Straeter dan Dr Ing. J. Swierzycki. Hasil penelitian itu mereka sketsa dalam bentuk peta bernama Geologische Kaart Van Het Eiland Buton. Dalam peta tersebut tercantum jelas titik-titik tambang pulau BUton antara lain: Oliebron (sumber minyak), Asfaltbron (sumber aspal), Mn Mangaaneerts (mangan), Fe Yzerer (besi) dan lain-lain. Wahyu penggiat organisasi rakyat bertanya apa manfaatnya terhadap warga, lebih lanjut leluhur Buton menjelaskan selagi masih ada nafsu kerakusan dan keserakahan, maka pengolahan sumber daya alam tambang pulau Butuuni (Buton) akan selalu mengalami hambatan kecuali pengaturan hasil sumber daya alam untuk mensejahterakan rakyat maka semua potensi yang ada dapat di olah dengan sukses yang di landasi dengan nilai-nilai kearifan lokal yang luhur. Pesan-pesan leluhur tersebut  menyebabkan warga komunitas adat di Buton masih mempertahankan budayanya dengan komitmen Adat sebagai penerang negeri  untuk mewujudkan masyarakat yang adil, damai dan makmur. Pemerintah menyayangi masyarakatnya, rakyat taat dan patuh terhadap pemimpinya itulah inti sari falsafah Buton yang dikenal sara pataanguna yakni poma-masiaka (saling menyayangi), popia-piara (saling memelihara), poangka-angkataka (saling menghormati), pomae-maeka (saling menjaga hak asasi manusia)   (HARISUN, SINAR LAPANDEWA FM)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08915 seconds.