Nasehat Penting Dibalik Upacara Begalan
Upacara ini diselenggarakan sebelum ijab kabul dilaksanakan, tepatnya ketika pengantin laki-laki memasuki halaman rumah calon pengantin perempuan. Walaupun diselenggarakan dalam tempo yang cukup singkat, tapi upacara ini bukanlah sekedar pelengkap dari upacara perkawinan saja, karena di dalamnya mengandung hikmah, yaitu sebagai piwulang, nasehat, dan bekal bagi calon pengantin dalam mengarungi hidup berumah tangga.

Keistimewaan Upacara Begalan tampak pada adanya kombinasi seni tari, seni suara, dan seni lawak yang dimainkan secara bersamaan dalam bentuk dialog antarpemainnya dan diikuti juga dengan gerak tari. Upacara ini diiringi dengan alunan musik yang disebut gending. Adapun irama gending yang mengiringi upacara itu di antaranya irama ricik-ricik, cirebonan, gunung sari, gudril, dan eling-eling. Sedangkan busana yang dipakai Jurutani dan Suradenta berupa pakaian adat Jawa berwarna hitam, dengan memakai iket wulung jeblakkan, dan tidak memakai alas kaki. Busana para pemain Begalan itu merupakan simbol dari sifat kesederhanaan.

Dialog yang disampaikan dalam upacara itu hanya sebatas pada pemaknaan terhadap brenong kepang (peralatan dapur). Prosesi dialognya dimulai dengan penyebutan salah satu nama dari brenong kepang oleh Jurutani, kemudian Suradenta mengartikannya dan juga berlaku sebaliknya sembari diiringi dengan lawakan yang dapat mengundang tawa. Penyebutan barang bawaan tersebut di antaranya ilir (kipas yang terbuat dari anyaman bambu) dan cething (tempat untuk menaruh nasi).
Ilir mengandung nasehat: dalam mengarungi rumah tangganya yang baru, sepasang suami istri harus mampu membedakan antara pergaulan yang baik dan yang buruk dalam bermasyarakat. sementara cething mengandung nasehat: dalam hidup bermasyarakat sepasang suami istri harus mempunyai tatanan, sehingga tidak berbuat semaunya sendiri. Dan masih banyak lagi penyebutan barang-barang lainnya yang terdapat dalam upacara ini.
Biasanya, upacara ini banyak dihadiri masyarakat dan wisatawan karena mengandung pesan-pesan luhur, dan terdapat juga unsur lawakan di dalamnya. Di akhir upacara, pengunjung juga dapat menyaksikan masyarakat yang berebut brenong kepang.
- Jurnaliswarga Gombong
- Berita
- dibaca 2441x
- [1] komentar




MAGELANG - Pengumuman Kelulusan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) serempak dilaksanakan Sabtu (2/6). Begitu juga di SMP Muhammadiyah Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten
Baiklah, sedikit microblogging soal #jadulfest, cerita pengalaman saya (Bezie Galih Manggala-putra Mandalamekar)
Manado, SK - Amuk masa di desa Picuan, Kecamatan Motoling, Minahasa Selatan yang mengakibatkan
KLU, Suarakomunitas.net - Kerusakan jalan penghubung beberapa dusun di Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum juga diperbaiki. Salah satu dusun yang jalannya
KLU, Suarakomunitas.net - Dari jauh tampak bangunan ini tidak terawat. Karena disamping atap bangunannya terbuat dari terpal robek, bertiang bambu lapuk dengan pagar bedeg, juga lantai
Manado, SK - Pengembangan Bio Gas sebagai sumber energy alternatif masyarakat menjadi cikal bakal
Medan (Suara Komunitas.Net)- Warga Kecamatan Medan Perjuangan meminta lokasi langganan banjir di kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Pelita II dan Jalan Letda Sujono Medan diatasi sesegera mungkin agar masyarakat
Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar, SE,MM saat melakukan reses Sabtu (2/6) di lokasi posko Warga Jalan Ngumban Surbakti memuji semangat juang 33 warga Jalan Ngumban Surbakti 


