Begalan, Ritual Upacara Pengantin di Banyumas
Begalan merupakan salah satu ritual dari rangkaian upacara pernikahan yang terdapat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dalam bahasa Indonesia “begalan” berarti perampokan. Upacara ini disebut Begalan karena prosesinya hampir sama dengan peristiwa perampokan.

Pembawa Perbekalan yang dirampok dalam ritual Begalan
Begalan merupakan simbol bergantinya status keperjakaan seorang laki-laki menjadi suami. Namun, tidak semua calon pengantin menyelenggarakan upacara seperti ini, sebab upacara ini hanya diperuntukkan bagi calon pengantin laki-laki yang merupakan anak sulung (mbarep) dan anak bungsu (ragil).
Jumlah pemain dalam upacara ini terdiri dari dua orang, satu orang mewakili calon pengantin laki-laki yang disebut Jurutani, dan satu orang lagi mewakili calon pengantin perempuan yang disebut Suradenta. Peralatan yang digunakan dalam Upacara Begalan disebut brenong kepang dan wlira. Brenong kepang ialah barang bawaan berupa peralatan dapur dan aneka barang bawaan lainnya yang dipikul oleh Jurutani. Berbagai jenis peralatan dapur itu di antaranya ilir, cething, kukusan, saringan ampas, tampah, serokan, enthong, siwur, irus, kendhil, dan wangkring. Selain itu, dibawa juga berbagai macam ubi-ubian, buah-buahan, pala kesimpar, kembang tujuh rupa, beras kuning, pisang raja, pisang emas, dan telur ayam kampung.

Peralatan Ritual Begalan di Banyumas
Peralatan dapur tersebut merupakan simbol piwulang (pelajaran) bagi calon pengantin, yaitu sebagai bekal dalam mengarungi hidup berumah tangga, baik sebagai keluarga, anggota masyarakat, maupun hamba Tuhan. Sedangkan Suradenta membawa barang yang disebut wlira, yaitu pedang mainan yang terbuat dari belahan pohon pinang yang digunakan sebagai sarana (senjata) untuk membegal.
- Jurnaliswarga Gombong
- Berita
- dibaca 1914x
- [0] komentar




Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke VII pada 14 Februari nanti, Jaringan Radio Komunitas Sulawesi Utara (JRK Sulut) meluncurkan dua situs sederhana sebagai wadah untuk
Medan (Suara Komunitas.Net)-Dirut Bank Sumut,H.Gus Irawan Pasaribu mengajak masyarakat hijrah kepada konsep ekonomi Syariah. Sistem ekonomi ini dilandasi spirit moral dan etika dengan prinsip transaksi
Lombok Utara, Suarakomunitas - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai merespon kejadian bencana longsor di Dusun Lokok Aur Desa Karang
Lombok Utara, Suarakomunitas - Hujan yang terus mengguyur hingga malam ini membuat kondisi Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin parah dan warga tetap
KLU, Suarakomunitas - Hujan lebat yang terjadi sejak jum’at sore 3/2 kemarin hingga pagi ini, membuat puluhan rumah warga Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten -t.jpg)

