Isu Ular Berkepala Manusia di Lombok Tengah, Bohong Belaka
Lombok Tengah - Beberapa hari terakhir ini, sebagian masyarakat Lombok Timur dihebohkan dengan beredarnya film berdurasi sekitar 1 menit 27 detik, tentang manusia ular yang konon katanya ada di sebuah desa di kabupaten Lombok Tengah. Konon, menurut kabar yang beredar, manusia ular tersebut merupakan jelmaan dari seorang warga yang berangkat haji dan menerima kutukan di tanah suci.
Media ini mencoba melakukan penelusuran informasi ke beberapa sumber yang layak dipercaya di Lombok Tengah, khususnya Bagian Humas dan wartawan media lokal yang terbit di Kota Praya. Hasilnya, mereka juga dibingungkan dengan kabar burung tersebut. Bahkan kemudian mereka minta data atau informasi mengenai desa atau kecamatan yang di sebutkan isu tersebut, karena mereka sendiri telah melakukan cheking ke desa Prabu atau Selong Belanak, ada yang menyebut Pelambik, ada yang katanya di Tanak Awu ternyata di desa yang disebutkan, hasilnya nihil.
Kuat dugaan, film tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu, entah dengan tujuan sekedar iseng atau propokasi tersebut. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh dengan informasi tersebut dan menyikapinya sebagai hiburan fiksi saja. Menurut cerita yang beredar, manusia ular yang dikutuk itu ketika melaksanakan ibadah haji sempat melontarkan kata-kata yang tidak baik pada tempat-tempat karomah, termasuk ketika melongok di Hajaral Aswat. Katanya, kontan yang bersangkutan mendapat kutukan menjadi manusia bertubuh ular, berkepala anjing (seperti dalam film-red).
Manusia ular tersebut katanya serjenis kelamin perempuan, dan suaminya langsung meninggal ketika melihat istrinya menjadi demikian. Tidak sembarang orang dapat melihat manusia ular tersebut, karena menurut rumor yang berkembang tiap pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp. 20,000. Seumpama benar cerita yang menyebutkan, bahwa yang bersangkutan dibawa pulang dengan kotak akibat sudah berubah wujud, apakah Departemen Agama atau Pemerintah akan merahasiakannya ?.
Kalau pemerintah merahasiakannya, apakah akan dibiarkan kabar ini berkembang dan meresahkan masyarakat ?. Kakandepag Lotim : Jangan Percayai Isu Manusia Ular Isu tentang manusia ular kutukan cukup meresahkan, bukan Cuma masyarakat awam tetapi juga sebagian kaum terpelajar terpengaruh dengan isu tersebut. Celakanya, daerah dan desa yang disebutkan sebagai tempat manusia ular tersebut tak begitu menggubris isu tersebut. Tapi sebagian masyarakat di Lombok Timur diliputi rasa penasaran. Cepatnya arus cerita bohong itu merebak, juga karena mudah diakses pesawat HP yang memiliki fasilitas 3gp (triji). Dan setiap orang yang telah menyimpan film itu di HP-nya demikian bersemangat untuk menyebarkan atau menceritakannya kepada yang lain, sehingga tak heran banyak orang dibuat penasaran. Khawatir isu ini akan meresahkan masyarakat, media ini berusaha mengkonfirmasi Kakandep Agama Lombok Timur.
Kakandepag Lombok Timurpun, HM. Muhsan HM. Yunus,Lc., akhirnya menyampaikan pandangan dan hibauannya. Dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya tadi pagi, Selasa (5/1) meminta masyarakat khususnya di Lombok Timur untuk tidak cepat percaya dengan cerita yang aneh-aneh. Dhimbaunya pula, masyarakt untuk tidak merepotkan diri untuk mengejar kebenaran cerita bohong itu. Lebih baik sibuk dengan mencari nafkah, katanya. Ia mengaku pernah coba menanyakan kebenaran cerita tersebut ke berbagai pihak, namun semakin didalami informasi itu bukanya semakin jelas, tetapi kian simpang siur.
Karena itu, Ia menyimpulkan, isu itu tidak benar alias isapan jempol saja. “ Seandainya kabar itu benar adanya, ada fakta, maka pastilah media-media besar di daerah ini akan meliput dan menayangkan beritanya, tak mungkin media akan tinggal diam”, sergahnya. Makanya kalau saya ditanya media soal itu, saya bilang tidak tahu, imbuhnya. Sebagai pengayom kehidupan beragama di daerah, sebenarnya masyarakat yang mudah percaya dengan hal yang aneh itu, diliputi gejala ?. Pertanyaan wartawan itu hanya dijawab Kakandepag dengan kalimat “wallahua’lam bissawaf”. Tetapi Ia mengku melihat gejala masyarakat condong untuk untuk mencari atau mempercayai cerita yang aneh-aneh, yang tak ada manfaatnya. Karena itu masyarakat kembali dihimbaunya untuk tidak cepat percaya pada hal-hal yang aneh, dan tak berdasar. (Hubkominfo/Lotim)www.sasak.org
- JRK Lotim
- Berita
- dibaca 2696x
- [1] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



