Gempa, Bulu Tangkis Jalan Terus!
Bulu tangkis adalah kegiatan olahraga rutin warga Jorong Lapau Bayur, Nagari Koto Dalam, Padang Sagu. Gempa bumi tak mampu hentikan kesukaan mereka atas olah raga ini. Sore hingga malam puluhan warga, terutama laki-laki, berkumpul di Lapangan Lapau Bayur untuk mengucurkan keringat.

Lapangan mereka pun telah terbuat dari lantai semen serta dilengkapi lampu penerangan dan generator pembangkit. Apabila lampu mati akibat pemadaman aliran listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN), main bulu tangkis bisa jalan terus. Cukup rehat lima menit untuk hidupkan generator pembangkit. Padang Sago termasuk daerah yang rawan pemadaman listrik. Layaknya minum obat, dalam satu hari listrik bisa padam tiga kali.

Lapangan Bulu Tangkis Lapau Bayur tidak hanya digunakan oleh warga setempat. Banyak warga yang tinggal di nagari dan kecamatan lain ikut memanfaatkan lapangan ini, seperti Nagari Tandikat, Sungai Durian, Kampung Paneh, dan Ambung Kapur. Untuk membayar biaya perawatan dan penerangan listrik, pemuda Lapau Bayur menjual suttle cock pada warga yang bermain Rp 6.000,- per buah.

Generator listrik mereka beli lewat patungan warga. Caranya, mereka mengadakan pentas seni minang untuk penggalangan dana. Lalu, warga memberikan sumbangan secara sukarela. Pentas seni juga ampuh untuk mengumpulkan dana untuk keperluan apapun, yang penting tidak melanggar etika dan adat masyarakat.
Setiap sore warga bercucur keringkat. Gempa bumi pun tak mampu menggoyang warga bermain bulu tangkis. Smash!
- Padang Sago FM
- Berita
- dibaca 2298x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


