Pencuri Sapi di Desa Senang
Lotim - Beberapa hari lalu terjadi pencurian sapi di desa Senang kecamatan Pringgabaya. Sapi yang dicuri pada malam itu adalah sapi pak Sandy. Dia mempunyai 5 ekor sapi akan tetapi yang berhasil dicuri Cuma 2 ekor.
Kejadian malam itu terjadi di kandang sapi miliknya. Sekitar pukul 01.00 dini hari dia jalan-jalan sambil menunggu temannya pak Haris untuk berjaga pada malam itu. Ketika itu juga sekitar pukul 01.30 temannya datang dengan membawa Lampu senter dan sebilah kayu.
Pada saat itu mereka sudah mulai berjaga-jaga, tiba-tiba mereka mendengar ada suara berisik di belakang, tidak lain adalah kandang milik pak Sandy. Ketika mereka datang ke arah lokasi tersebut, mereka melihat 2 pencuri yang sudah dikenal bernama Anto 25 tahun dan Angga 24 tahun sedang menyeret 2 ekor sapi keluar kandang.
Sementara itu pak Haris membantu pak Sandy melawan pencuri tadi menyeret sapi ke dalam kandang, tapi tiba-tiba si pencuri langsung memukul tangan pak Sandy dengan pisau yang sangat tajam. Pisau itu membuat tangannya terluka dan tali sapi yang dipegangnya terlepas dan akhirnya pencuri tadi lolos membawa 2 ekor sapi miliknya. Setelah itu pak Haris minta tolong kepada warga untuk membantunya menolong pak Andi yang sudah pingsan.
Kemudian dia langsung dibawa ke Puskesmas Suela oleh pak Haris dan warga setempat untuk diberikan pengobatan intensif. beberapa saat kemudian dia siuman dan akhirnya keluarganya sangat lega karena melihat kondisinya yang sudah membaik. Dan setelah itu keluarga pak Sandy melaporkan kejadian tersebut ke Sektor Pringgabaya.
- Ninanta FM
- Berita
- dibaca 1209x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


