A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
20 Nov 2009

Tujuh Kilometer Jarak Sekolahku

Gita Swara FM - Gitaswara FM

Oleh: Adam Gita Swara

KLU - Siswa SDN 4 Jenggala, Tanjung, KLU 50 persen siswanya setiap hari harus menuruni gunung dan menyeberangi sungai dengan jarak 7 kilometer baru dapat menimba ilmu. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Jenggala yang terletak di dusun Dasan Tengak Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, KLU, merupakan salah satu sekolah yang berlokasi di tempat yang terpencil.

 Jumlah siswa keseluruhan mencapai 102 orang, 50 orangnya tinggal di Dusun Beriri, Gerenggeng dan dusun Leledeq (daerah pegunungan-red) yang masuk kawasan desa Jenggala, jarak yang harus ditempuh hingga ke sekolah oleh siswa yang berjumlah 50 orang tersebut tidak kurang dari 7 kilometer setiap harinya. Atau membutuhkan waktu perjalanan selama 1 ½ jam sehingga siswa setiap harinya harus telat mengikuti pelajaran.

Kondisi ini pernah disampaikan ke pihak terkait untuk membuat alternatif dengan mendirikan SD filial, bahkan rencana ini juga sepenuhnya didukung oleh wali murid dengan menyediakan tanah hibah sebagai lokasi mendirikan bangunan sekolah filial. Kemudian tahun 2006 pihak sekolah mengusulkan ke dinas terkait, tapi hingga saat ini belum ada respon sama sekali, ungkap Kepala Sekolah SDN 4 Jenggala, Tanjung, KLU, Nani S.Pd yang didampingi Wakil Kepala sekolah-nya Alsah A.ma,Pd, saat ditemui Suara Komunitas di ruang kerjanya Jum’at (20/11) kemarin.

“kondisi ini sudah sering kita sampaikan ke dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ditanggapi, kondisi siswa semakin diperparah ketika musim hujan hampir 50 persen tidak ada yang masuk sekolah karena tidak dapat melintasi sungai yang arusnya deras, terlebih sebelum adanya jembatan penghubung yang dibangun sekitar tahun 1990 lalu, bahkan sebelum ada jembatan tak satu pun siswa yang berasal dari 3 dusun tersebut tidak ada yang bisa selesai hingga kelas 6, tuturnya prihatin.

“Untuk siswa kelas satu juga harus menunggu hingga jam kakak kelasnya pulang, karena tidak berani pulang sendirian, bahkan pernah mereka pulang hingga jam 3 sore, yang paling menyedihkan siswa harus berangkat pukul 06.00 wita bahkan para siswa tidak sarapan dulu karena takut telat dan kesiangan datang ke sekolah, tapi tetap saja telat, urainya“.

Tahun ini semua wali murid berpropesi sebagai buruh tani dan kebun yang tidak memiliki penghasilan yang tetap, tidak ada yang menjadi PNS, tapi satu yang patut kita kagumi partisipasi wali murid kalau diundang rapat untuk merembukkan sesuatu selalu hadir, tambah Wakil Kepala Sekolah SDN 4 Jenggala, Alsah.

Untuk terus memotifasi siswa dan memberikan pendidikan yang maksimal terutama menjelang ujian pihak sekolah membuat program pondokan atau asrama dengan sistim 10 hari sebelum ujian semua siwa harus tinggal di sekolah yang ditemani dengan guru sampai ujian selesai. “Sebagai motifasi bagi siswa yang tinggal di pengunungan kita bersama guru dan semua murid Rabu (18/11) lalu menggelar program hakking dengan rute yang dilewati para siswa setiap harinya, selain agar guru juga merasakan bagaimana perjuangan dan tantangan yang dilewati para siswa hingga sampai sekolah, serta menumbuhkan rasa kebersamaan antara guru dan siswa. Program ini juga kita padukan dengan sistim belajar di alam terbuka, dan setiap siswa juga kita meminta tanggapan atau pun pengalaman selama dalam perjalanan. Intinya jangan hanya prestasi atau IQ saja yang kita hargai pada siswa tapi kehadiran dan semangat hingga sampai sekolah yang patut kita banggakan dan terus dukung, papar Nani yang juga pengurus PGRI KLU ini.

Meski SDN 4 Jenggala dapat dikategorikan berada di lokasi yang terpencil tapi masalah prestasi memang tidak diragukan, buktinya tahun 2008-2009 mendapat rangking I pada Gugus II Kecamatan Tanjung, dan berada pada rangking III se kecamatan Tanjung. Sementara Ernawanto, siswa kelas V SDN 4 jenggala, pada Suara Komunitas mengatakan, “pukul 06.00 wita kita sudah berangkat dari rumah, dan Pukul 7.30 kita baru tiba di sekolah, setiap hari kita telat karena jarak sekolah yang sangat jauh ditambah dengan jalan yang harus menuruni gunung dan juga menyeberangi sungai, ungkap siswa yang memiliki nilai 8 pada mata pelajaran matematika, ini.

Senada dengan Emi Sastika, siswa kelas 6, “kita gak pernah sarapan karena takut telat“. Kalau musim hujan kita jarang masuk, karena takut basah belum lagi kita takut sama ular karena beberapa waktu lalu ada teman kita yang digigit ular, ungkapanya polos. Hal serupa juga disampaikan Ewin Mulyasari, coba ada sekolah di dekat rumah tentu kita tidak akan telat lagi. Kalau kita pakai ojek ongkosnya Rp 15 ribu, dan kalau melewati Tanjung ongkosnya lebih tinggi yakni Rp 30 ribu, tambah Ewin dengan wajah malu. Dengan kondisi ini kita harapkan pemerintah terkait memberikan jalan keluar, karena bagaimanapun juga 50 persen siswa kita berada di daerah pegunungan, daerah yang terisolir dan terpencil, sambung Nani berharap. (*)

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait

Analisis

Belajar Dari Si Rumput Raksasa

Sleman-Yogyakarta. Rerimbunan si rumput raksasa hampir dapat kita jumpai khususnya dipedesaan bahkan di lingkungan perumahan, hanya jenisnya yang disesuaikan. Bambu yang sering kita sebut dengan pohon,

5 KONTEN TERBARU

12:20
Pengalaman > Sulawesi Utara > JRK SULUT
23:18
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
23:14
Sesait,(SK), -- Dalam pelaksanaan Maulid adat Wet Sesait Kecamatan Kayangan, ada empat desa yang merupakan satu kesatuan yang terlibat yaitu Desa Sesait, Pendua, Santong dan Kayangan. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:14
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK), -- Wet Sesait meliputi empat desa yang ada wilayah Kecamatan Kayangan yaitu Desa Kayangan, Desa Pendua, Desa Santong (Khusus Dusun Santong Asli) dan Desa Sesait sendiri. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
18:51
Humbang Hasundutan (Suara Komunitas.Net) Tanpa alasan yang jelas dr Netty br Simanjuntak mangkir (tidak masuk kerja-red) selama empat bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul. Informasi Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
17:05
Sesait,(SK),-- Maulid adat yang dilaksanakan masyarakat adat wet Sesait, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, dihadiri langsung Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH,Minggu (05/02/2012) Berita > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah. Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.347083 seconds.