Desa Teniga Kembangkan Ternak Sapi dengan Sistim Kandang Kolektif Swadaya
KLU – Meski Desa Teniga merupakan desa yang terjauh dari pusat pemerintahan kecamatan atau pun kabupaten, namun semangat masyarakat untuk meningkatkan ekonomi sangat tinggi terbukti jiwa swadaya masih terpelihara dengan baik. Salah satunya yang sedang di galakan masyarakat adalah program pemeliharaan dan pembiakan sapi dengan dana swadaya mencapai Rp 197 juta lebih dari 3 kelompok lengkap dengan kandang kolektif yang sudah 100 persen dikerjakan.
Jarak Desa dengan pemerintah kecematan sekitar 12 kilo meter, sedangkan jumlah penduduk yang sebagian besar mengelola perkebunan sebanyak 3 ribu jiwa atau 763 kepala keluarga (KK), infra struktur jalan yang menghubungkan pemerintah desa dengan kabupaten pun kecamatan kondisinya sangat memprihatinkan (rusak) terutama ketika musim hujan datang, akses transportasi hampir macet total. Sedangkan komuditi andalan masyarakat yaitu kakao, kopi, kelapa, pisang, mente, serta tanaman tumpang sari lainya. Motif masyarakat sendiri mengembangkan sektor perternakan sapi di dasari karena banyaknya bahan baku yang dapat dijadikan pakan ternak, salah satunya limbah (kulit) kakao/coklat yang selama ini hanya menjadi sampah semata.
Disamping itu untuk mendukung program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang sedang di kembangkan pemerintah Provinsi. Sehingga berdasarkan hasil rembug desa beberapa waktu lalu di disepakati untuk membuat kelompok ternak sebanyak 3 kelompok yang dilengkapi dengan 3 unit kandang kolektif dengan ukuran 35 meter x 3 meter dengan kapasitas 35 ekor sapi dan sudah rampung dikerjakan masyarakat, termasuk pengadaan sapi. “ Kita hanya memfasilitasi dalam mengembangkan potensi yang ada di masyarakat, tutur Pembina tehnis Lapangan, Kecamatan Tanjung, KLU, Nana Namara, saat ditemui Suara Komunitas di lokasi Rabu (28/10) kemarin. “
Pengembangan untuk sektor peternakan sapi khususnya memang sangat potensial di desa Teniga, disamping karena faktor lingkungan yang aman ditambah lagi degan bahan pakan ternak yang dapat kita peroleh dari lokasi, “ Selain itu kita juga sedang melatih anggota kelompok untuk mengelola limbah kakao/coklat sebagai pakan ternak dan juga kotoran sapi (ternak) untuk dijadikan pupuk kompos (organik) yang nantinya juga akan memberikan keuntungan ganda yakni untuk penyuburan lahan perkebunan serta perbaikan struktur tanah.
Sedangkan urine ternak akan digunakan sebagai bahan inti pupuk organik cair dengan mencapurkan limbah sari pati kedelai dari limbah pambrik tahu dengan tehnologi permentasi enzim / fertilizer cair. Proram pelatihan ini juga didampingi oleh konsultan FEATI Lombok Barat dan Alhamdulillah ada support dana Rp 10 juta lebih yang di pergunakan untuk dana pelatihan bagi anggota kelompok, tutur Nana bangga. “ Kita akan membuat ransum (consentrad)/ pakan ternak dari bahan baku limbah coklat, dedak, limbah pambrik tahu, limbah industri rumah tangga/ ampas ubi (opak-apak ambon-red), ampas kelapa (rusam-bahasa sasak KLU-red), bungkil, sortiran buah pisang yang tidak manfaatkan, Semua bahan ini adalah limbah yang sebelumnya sama sekali tidak dimanfaatkan dan setelah diolah mampu menjadi nilai tambah produksi yang sangat menguntungkan, satu contoh limbah opak – opak di Kecamatan Pemenang mencapai 2 ton perminggunya, sedangkan untuk limbah pabrik tahu (ampas tahu) di Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Tanjung, dapat menghasilkan 2 kwintal per harinya, belum lagi di kecamatan lainnya, tambah Nana. Sementara Kepala Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Nurhardin S.Ag menambahkan, “ Intinya program ini merupakan upaya untuk melepaskan diri dari kemiskinan, dan kalau bisa kedepannya masyarakat Desa Teniga tidak lagi menerima beras miskin (raskin) atau pun bantuan langsung tunai (BLT), karena data sebelumnya hanya 170 kk yang menerima BLT / raskin, dengan berjalannya program ini mudah mudahan data yang 170 kk tadi dapat kita hapus, tambah Nurhardin berharap. (adam gita swara)
- Gitaswara FM
- Berita
- dibaca 1552x
- [1] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


