Kepergok Mencuri, Seorang Pemuda Nyaris Dihakimi Warga
Nasib naas menimpa seorang pemuda yang berasal dari kampung Pelita Kelurahan Dasan Agung Kota Mataram. Pada Rabu sore (23/09) pemuda ini nyaris dihakimi warga Dusun Karang Bucu Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi karena tertangkap basah bersama temannya mengutil/mencuri beberapa barang dari Toko Laris milik Paharudin warga desa setempat.
Modus operandinya dengan berpura-pura menjadi pembeli dan menawar beberapa barang yang dijual di toko tersebut.
Menurut saksi mata Mahdan yang juga bekerja sebagai pramuniaga pada toko tersebut, sekitar pukul 17.00 wita kedua tersangka datang menggunakan sebuah sepeda motor. Salah seorang tersangka yang belakangan diketahui bernama Hartawan (28 th) berpura-pura ingin membeli beberapa jenis barang seperti lem, isolasi, dan lain-lain akan tetapi tidak ada yang cocok sesuai keinginannya. Sementara itu teman tersangka berpura-pura melihat barang lainnya, sambil sesekali memasukkan beberapa barang ke dalam jaketnya.
Ketika pramuniaga bermaskud mengambilkan kabel yang diminta oleh tersangka Hartawan, dia memergoki teman tersangka sedang mengambil lampu neon dan menyembunyikannya ke dalam jaket. Spontan saja Mahdan menghajar teman tersangka sampai babak belur dan tersangka langsung kabur ke kampung sebelahnya Dusun Karang Kebon.
Sementara tersangka Hartawan tidak bisa berkutik lagi dan kontan terjadi baku hantam dengan Mahdan yang bertubuh tinggi besar. Akhirnya perkelahian itu menarik perhatian banyak warga yang kemudian berusaha melerai keduanya. Setelah diketahui duduk permasalahannya dan ternyata Hartawan adalah teman tersangka lain yang sudah kabur, beberapa warga akhirnya berniat ingin menghajarnya. Beruntung korban yang juga pemilik toko, Paharudin mengamankannya ke dalam salah satu ruangan toko dan segera menghubungi pihak berwajib.
Proses evakuasi cukup lama karena Pihak Kepolisian Sektor Labuapi yang sudah berada di TKP harus menunggu satuan Sabhara Polres Lombok Barat, untuk mengamankan tersangka Hartawan dari amukan warga. Akhirnya sekitar pukul 18.00 beberapa personil Sabhara dengan bersenjata lengkap mengevakuasinya ke dalam mobil operasional. Kontan saja warga langsung menyerbu dan melempar batu ke arah tersangka Hartawan yang sudah dikawal aparat. Dengan beberapa tembakan peringatan akhirnya proses evakuasi berhasil. Sementara tersangka diamankan di Polres Lombok Barat untuk proses selanjutnya.
Barang bukti yang sudah diamankan pihak Polsek Labuapi berupa satu unit sepeda motor Honda Revo nomor polisi DR 5468 DP, STNK atas nama Zaenul Fuad beralamat BTN Pengsong Indah I/14 Desa Kuranji Kecamatan Labuapi Lombok Barat. Selain itu terdapat 1 pcs jaket tersangka, dan beberapa lampu neon yang ditinggalkan oleh teman tersangka.
Pihak Polsek Labuapi yang dihubungi Rakola FM menjelaskan bahwa salah satu tersangka pencurian tersebut yang sudah diamankan di Polres Lombok Barat bernama Hartawan, umur 28 th, swasta, alamat Gg. Merdeka I/8 kampung Pelita Kota Mataram.
Sementara menurut pengakuan Hartawan yang dilangsir dari Pihak Polsek Labuapi, teman tersangka yang masih buron bernama Mahrip beralamat sesuai dengan STNK sepeda motor. Hasil pengecekan Pihak Polsek Labuapi ke alamat tersebut bahwa tersangka Mahrip baru dua bulan tinggal disana dan adapun pemilik sepeda motor yang tercantum pada STNK sudah pindah rumah dan saat ini sedang mudik lebaran ke pulau Jawa. Sampai berita ini dirilis pihak Polsek Labuapi belum melakukan penyidikan langsung kepada tersangka Hartawan karena pihak korban belum melaporkan kejadian secara resmi.
- Rakola FM
- Berita
- dibaca 1280x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



