Tradisi "Ngurisan"
Lombok Barat - Tradisi "Ngurisan" atau cukuran bagi bayi yang baru lahir atau berumur dibawah enam bulan, bagi masyarakat Lombok khususnya biasanya dilaksanakan di Masjid atau Musholla pada hari-hari besar agama Islam. Lain halnya di Dusun Jerneng Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi, tradisi itu dilaksanakan di Pekuburan yang bernama Demung Minggu pagi (20/09) setelah selesainya sholat Idul Fitri di Masjid Assasulhikmah Dusun Jerneng.
Menurut keterangan sesepuh masyarakat Amaq Seneng yang juga hadir pada kesempatan itu, di areal pekuburan terdapat makam seorang Patih Kerajaan. Konon kisahnya sang patih yang bernama Patih Demung Sandubaye mempunyai seorang istri yang sangat cantik sehingga sang rajapun terpikat dengan kecantikannya. Maka sang Raja berniat membunuh sang patih dengan mengutus beberapa orang patih yang lain dan menugaskan mereka pergi bersama Patih Sandubaye untuk berburu rusa putih. Sesampainya di sebuah hutan yang bernama Mandarai (sekarang Jerneng), patih yang lainnya menyodorkan surat titah/perintah sang Raja untuk membunuh Patih Sandubaye.
Akhirnya perkelahian yang tak seimbang terjadi dan sebelum tewas Patih Sandubaye sempat menyampaikan wasiat agar kuda tunggangan dan anjing miliknya, juga dibunuh dan dikubur di lokasi tersebut.
Setelah kematiannya akhirnya masyarakat sekitar banyak yang berziarah mengunjungi makam sampai sekarang, yang dipercaya dapat memberi barokah dan karomah. Salah satunya dengan tradisi "ngurisan" bagi bayi kelahiran Jerneng dapat menghindarkan mereka dari marabahaya seperti penyakit.
Selain itu bagi para pasangan remaja yang berziarah ke makam tersebut, dengan menulis nama pasangan pada kertas putih atau benda lainnya dan mengikatkannya pada akar pohon beringin biasanya sering berjodoh. Dan kelak jika pasangan tersebut mempunyai keturunan maka hendaknya mengadakan "ngurisan" di makam Demung.
Sehingga tidak mengherankan apabila setiap hari Raya Idul Fitri, selama satu minggu sampai hari raya ketupat makam Demung selalu ramai dikunjungi para remaja. Jadi bagi anda yang ingin cepat dapat jodoh bisa datang ke tempat itu, demikian dikatakan Amaq Seneng sebagai penutup ceritanya.
- Rakola FM
- Berita
- dibaca 1519x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



