Rangkaian Ritual Sadran di Desa Pesanggrahan (2)
Minggu sore, 2 agustus 2009, lewat pukul 12 siang menurut perhitungan masyarakat kejawen desa Pesanggrahan hari sudah berganti, jadi saat bagi masyarakat pada umumnya menganggap minggu sore jam 15.00 masih hari minggu, tidak demikian dengan masyarakat kejawen desa Pesanggrahan, bagi mereka jam tersebut sudah menunjukan hari senin.
Rangkaian ritual sadran yang diawali dengan resik kubur pada minggu pagi,dilanjutkan dengan acara kepungan atau kenduren yang dilaksanakan pada minggu siang(hari senin menurut masyarakat kejawen pesanggrahan) hingga senin tengah hari. Waktu untuk melakukan ritual kepungan hanya rong senen atau dua kali senen, maksudnya adalah hari senin setelah dilakukan resik kubur dan hari senin minggu berikutnya.
Acara inti sadranan diawali dengan saling mengirimkan makanan kepada sanak saudara atau dalam istilah Pesanggrahan adalah Munjungi. Biasanya yang ditugasi untuk mengirim makanan atau munjungi adalah anak-anak kecil, ini bertujuan agar anak-anak tersebut mengetahui rumah sanak saudara yang lain, sehingga tali slaturahmi terjalin secara terus menerus. Biasanya setiap anak yang menyampaikan Punjungan(makanan yang dikrim) akan diberi uang saku oleh pihak yang menerima punjungan. Hal ini dimaksudkan untuk mengajarkan anak agar saling tolong menolong sesama saudara, dan agar anak-anak tidak merasa kapok untuk bersilaturahmi ke tempat saudara yang mungkin baru dikenalnya (baca Ritual Sadran: Mempererat Tali Kekeluargaan di Pesanggrahan).
Makanan yang dikirim atau punjungan berisi 1 penggel, kering tempe, oseng mi, sayur kacang panjang, dan yang pasti rempeyek dan krupuk merah, serta ayam goreng. Penggel adalah nasi yang dibuat seperti tumpeng kecil, tetapi bentuknya tidak lancip atau tumpeng kecil yang atasnya tumpul.
Kemudian Sore hari pukul 16.00 puluhan orang dewasa memakai blangkon atau peci berhamburan menuju rumah yang melaksanakan kepungan atau kenduren, kenduren biasanya diikuti sekitar 10 orang yang terdiri dari tetangga sekitarnya. beberapa saat kemudian mereka keluar dengan membawa plastik berisi penuh makanan yang berupa nasi tumpeng dan lauk pauknya yang biasa disebut berkat. Setelah meletakan makanan atau berkat dirumah, mereka kembali keluar dan kembali kepungan di rumah warga yang lainnya lagi, begitu seterusnya hingga semua undangan kepungan selesai dihadiri, biasanya 1 orang akan menghadiri 10 sampai 15 kepungan, itu berarti mereka akan mendapat berkat atau makanan sebanyak 10 sampai 15 bungkus yang berisi tumpeng besar, ambeng dan lauk pauknya.
Begitulah tradisi yang masih terjaga di desa pesanggrahan hingga saat ini, rangkaian sadran masih menyisakan satu ritual lagi yaitu nderek.
- n/a
- Berita
- dibaca 1386x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



