Jangan Menggenggam Terlalu Erat
Jam dinding di kamarku menunjuk tepat ke angka dua, “Sudah pagi rupanya” aku berbisik pada diriku sendiri. Entah mengapa mataku sulit sekali terpejam dan entah untuk kesekian kalinya aku mencoba merebahkan badan di tempat tidur namun hanya sejenak, bersamaan dengan tarikan nafas berat dan panjang, lalu bangkit lagi. Udara terasa gerah... berbagai persoalan yang kuhadapi hari ini rupanya menjadi bandul pemberat yang memaksaku untuk berbetah dalam kegelisahan.
Untuk mengisi waktu, kemudian ku raih sekenanya sebuah majalah di rak buku lalu sambil berbaring, iseng ku bolak-balik halaman demi halaman, tiba-tiba tanpa dinyana terjatuh selembar kertas lusuh yang terselip di antara halaman majalah itu. Ku amati sejenak, ternyata kertas itu adalah salinan dari sebuah email yang dikirimkan oleh seorang sahabat karibku setahun yang lalu.
Jika boleh berbagi, beginilah bunyi email tersebut.:
Kawan. Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika, caranya begitu unik, sebab teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun, maklum, ordernya memang begitu. Sebab monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.
Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit.
Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma, tujuannya agar mengundang monyet-monyet datang.
Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.
Para pemburu melakukannya di sore hari, besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa? Tentu kita sudah tahu jawabnya.
Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam, tapi karena telapak tangannya menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Karena genggaman tangannya tertahan oleh leher toples.
Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat.
Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana.
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu, tapi tanpa sadar sebenarnya kita mungkin sedang menertawakan kebiasaan diri kita sendiri. Ya, kadang kita bersikap demikian.
Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki.
Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf..
Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya. Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.
Teman. Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya. Dan kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita. Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum.
Dan kita pun tahu surga itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya betul-betul bersih... Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasaan tidak enak itu?
Usai kubaca, sontak ku dekap kertas itu, "Trima kasih kawan…" .kataku lirih.
Ahamdulillah paginya aku bangun dan udara terasa sangat segar.
Pemenang,7 Juli 2009
IHU_Pesona
- Pesona FM
- Artikel
- dibaca 1258x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



