Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pecak Bandeng, Menu Tren Baru Pengalaman

Kota Serang Banten. Belum afdhal kalau singgah di Kota Serang tidak mencicipi menu makan "Pecak Bandeng", makanan ini konon katanya makanan tradisional khas Banten. Terbukti saat-saat acara besar adat dan keagamaan, ikan Bandeng tidak akan absen dalam jajaran makanan dan menu untuk dijadikan nasi berkat.

Akhir-akhir ini pengusaha luar daerah yang tinggal di banten mencoba memunculkan tren klasik tersebut dari cerita Banten masa lalu dengan cara membuka restoran sederhana yang kemasannya alami dengan menu utama "Pecak Bandeng".

Menu pecak bandeng biasanya berpasangan dengan sayur asem. performa sayur asem yang bening dan jernih merupakan rasa alami. Biasanya tanpa bumbu, sebagai penggantinya juru masak biasanya membubuhi daun salam, asam dan garam serta jagung sebagai penunjang rasa.

Menu makan Pecak Bandeng saat ini memang belum sepopuler pecel lele atau ayam bakar, karena memang untuk satu porsi makan saja bisa mencapai Rp 25.000. hingga Rp 35.000.

Untuk mendapatkan menu makanan ini, kita harus temui rumah makan yang khusus menyajikan makanan hasil laut. Sementara ini ada beberapa titik rumah makan yang menyajikan pecak bandeng seperti di Desa Sentul Kecamatan Kragilan, dan yang lebih familiar dan dapat menampung kapasitas acara kantor atau pertemuan berada di Kampung Sawah Luhur Kecamatan Kasemen Kota Serang.

Menu makanan ini bersifat cepat saji, tidak layaknya sate bandeng yang sudah lebih terkenal sebelumnya. Selamat Makan Siang

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08832 seconds.