Tlatah Bocah
Rumah Pelangi salah satu kelompok swadaya masyarakat di Muntilan, bulan depan akan mengadakan agenda budaya tahunan TLATAH BOCAH di lereng Gunung Merapi. Tema yang diangkat adalah "AYOM AYEM" (pelindung & pemberi kedamaian) dimana digunakan untuk menyikapi berlangsungnya dua pemilu di negara kita. Harapan yang dikemukakan itu sebenarnya tidak hanya ditujukan untuk pemimpin pemerintahan namun juga untuk siapa saja yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan atas pihak lain, seperti halnya Camat, Lurah, Kepala Dusun terhadap warganya. Namun juga guru terhadap murid, orang tua terhadap anak, juga kalangan dewasa terhadap anak-anak meskipun tidak ada hubungan darah.
TLATAH BOCAH tahun ini adalah yang ke 3 kalinya. Kali ini agenda yang diselenggarakan bersifat marathon karena dimulai dari tanggal 17 Juni 2009 dan berakhir tanggal 19 Juli 2009 di beberapa dusun. Selama dua minggu, diadakan roadshow berupa inventarisir permainan jaman dulu oleh anak-anak Dusun Kadirojo, Bandongan, Gemer, Soka, Sumber, dan Gowok Pos. Setelah itu pada tanggal 1 - 4 Juli 2009 diselenggarakan workshop musik dan teater di Dusun Tutup Ngisor. Akhir kegiatan diselenggarakan festival kesenian yang dimainkan oleh anak-anak pada tanggal 18 - 19 Juli 2009 di Dusun Gowok Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun. Hal tersebut berkenaan sejarah awal mulanya hajat budaya Tlatah Bocah yang mengiringi kegiatan tradisi masyarakat Gowok Pos, yaitu, merti dusun yang selalu berlangsung di bulan Rejeb.
Partisipasi penyelenggaraan Tlatah Bocah semakin banyak merangkul orang yang peduli akan-anak maupun seni budaya. Tahun ini, teman-teman Rumah Pelangi menjadi fasilitator anak-anak dalam menginventarisasi permainan jaman dulu. Disamping itu tentu saja bekerjasama dengan masyarakat dusun-dusun yang bersangkutan. Adapun penyelenggaraan pentas kesenian dipercayakan untuk dikoordinir masyarakat Dusun Gowok Pos.
Hal yang luar biasa adalah peran serta orang orang yang secara langsung tidak mempunyai hubungan emosional dengan dusun-dusun di lereng Gunung Merapi itu dengan berpartisipasi memberikan sejumlah dana untuk kesuksesan acara melalui penggalangan dana yang dikelola Rumah Pelangi berupa penjualan kaos sebagai tandamata. Sambutan tersebut berasal dari Aceh, Medan, Jakarta, Makasar, Surabaya, Yogyakarta, dan lingkungan Magelang. (Ikhwanuddin-Sutet FM, Muntilan-Magelang)
- Sutet FM
- Berita
- dibaca 1522x
- [1] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



