Tjipta Boedaja : Komunitas Seni yang Tak Lekang oleh Zaman
Padepokan seni Tjipta Boedaja terletak di Dusun Tutup Ngisor, di wilayah Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Padepokan ini didirikan pada 1937 oleh Yoso Soedarmo atau yang populer dipanggil Romo Yoso. Menurut Darto, anak tertua Romo Yoso, salah satu maksud Romo Yoso mendirikan komunitas seni ini adalah untuk mengundang orang-orang di sekitar supaya datang ke dusunnya karena saat itu cukup terisolir sehingga membutuhkan daya tarik tertentu supaya masyarakat luar mau datang. Dari situ warga setempat akan dapat "ngangsu kawruh" dari orang-orang yang berkunjung.
Saat ini padepokan dipimpin oleh Sitras Anjilin (50 tahun), anak bungsu dari Romo Yoso. Anggota komunitas seni ini adalah warga setempat. Kesenian utama yang mereka tekuni adalah wayang orang. Pilihan ini disebabkan karena wayang orang mempunyai nilai-nilai luhur di dalamnya dan bahkan menjadi roh hidup bagi anggota. Segala tindak tanduk sangat kental dengan filsafat wayang. Mereka sedemikian santun ketika ada tamu berkunjung dan tidak kikuk menggunakan bahasa Jawa halus dalam berkomunikasi. Salah satu hal unik dari Tjipta Boedaja adalah ketika mereka memainkan cerita wayang. Tidak akan pernah ada suatu lakon yang mematikan salah satu tokohnya kecuali cakil.
Dari padepokan ini lahir pula kesenian Wayang Menak, sebuah sajian wayang yang diperankan manusia namun gerak tubuhnya seperti wayang golek, yakni terpatah-patah. Lakon yang diperankan dalam Wayang Menak berisi tentang penyebaran agama Islam. Selain itu mereka juga memainkan kesenian Ketoprak, Jathilan, dan luwes ketika memainkan berbagai kesenian tradisional yang lain.
Anggota komunitas yang sebagian besar petani ini seringkali mendapat undangan mengajar kesenian di dusun-dusun sekitar bahkan sampai di daerah Kopeng di lereng Gunung Merbabu, yang terletak kurang lebih 40 km dari dusun. Mereka tidak pernah memperhitungkan nilai uang yang diterima ketika mengajar.
Menurut Sitras Anjilin, mengajar kesenian bagi mereka juga digunakan sebagai upaya untuk selalu melatih diri, melatih kedisiplinan. (Suryo Purnomo-Sutet FM, Muntilan)
- Sutet FM
- Artikel
- dibaca 1685x
- [1] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



