Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pewarta Diusir, KTA Dirampas dan Diremas Narasumber Berita

IV Koto Aur Malintang (SK) - Perlakuan kasar yang dialami pewarta di tanah air masih kerap terjadi, seperti halnya yang dilakukan seorang pengelola lembaga pendidikan di Sumatera Barat terhadap Pewarta SK beberapa hari yang lalu berkaitan dengan pembangunan Gedung PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)  untuk Kecamatan IV Koto Aur Malintang yang beridiri di atas tanah yang masuk wilayah Kabupaten Agam.

"Kalau saudara ingin tahu silakan saja tanyakan kepada Dinas Pendidikan Padang Pariaman, atau kepada kepala UPTD! Saudara ko dari ma? Apo urusan saudara, kok mananyoan karajo kami? (Saudara ini dari mana? Apa urusan saudara, kok menanyakan pekerjaan kami?-red)" Hardik Susanti

Susanti adalah Bendahara Pelaksana Pembangunan yang juga Ketua PKBM Cendana, ketika dikonfrontir tentang permasalahan Pembangunan PAUD Terpadu Kecamatan Koto Aur Malintang tersebut, saat dirinya berada di Sungai Geringging, tidak mau memberikan komentar, dengan nada tinggi mengatakan tidak ada hak wartawan untuk mengetahui pekerjaan pembangunan PAUD itu.

Saat itu pewarta menunjukan kartu identitas atau KTA, tapi Susanti merampas dan meremas KTA tersebut seraya mngusir dengan kata: "Pai lah waang lai dari siko, manggaduah urang sajo! (sudah, pergilah kamu dari sini, membuat ribut orang saja! - red)." Katanya dengan nada tidak bersahabat dan tidak menunjukan tatakrama sebagai seorang pengelola lembaga pendidikan.

Persoalan pembangunan geudng PAUD tersebut memicu masyarakat Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, meminta Bupati Padang Pariaman mencopot Kasi PNFI PAUD Padang Pariaman serta Kepala UPTD Pendidikan IV Koto Aur Malintang. Pasalnya kedua oknum tersebut diduga telah banyak melakukan tindakan kong-kalingkong, yang merugikan masyarakat Kecamatan IV Koto Aur malintang.

Penempatan bangunan gedung baru PAUD bantuan dari Dirjen PAUDNI Tahun 2012, pada lokasi yang tidak semestinya. Gedung PAUD untuk Kecamatan IV Koto Aur Malintang dibangun di atas tanah yang masuk wilayah Kabupaten Agam, yakni di Jorong I Siguhuang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, sesuai dengan sertifikat yang dikeluarkan BPN Kabupaten Agam.

Padahal bangunan tersebut diprioritaskan sesuai dengan juknis dan juklak adalah kabupaten yang termasuk Daerah T3 (Terisolir, Terpencil dan Tertinggal), juga luas tanah guna RKB tersebut minimal 500 M2. Kabupaten Padang Pariaman salah satu yang termasuk kriteria penerima bantuan RKB Paud Terpadu, sementara itu Kabupaten Agam tidak termasuk Daerah T3.(SFR/TIM)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09509 seconds.