Di Serut, Jalan Desa Rusak Parah
"Setiap mudik ke Serut, tidak ada perubahan dengan jalan desa. Sejak saya masih TK, SD, SMP, SMA, hingga kini semuanya masih sama. Bedanya, jalan yang membelah desa ke arah Sembir yang agak baikan karena jalan itu termasuk jalan provinsi."
Demikian keluhan Senoaji, warga Desa Serut, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen lewat weblognya http://pwsjaya.blogspot.com. Senoaji sendiri kini telah bermukim di Jakarta. Buruknya kondisi jalan di desa ini membuat keberadaan desa makin tertinggal dengan desa lainnya.
Jalan desa merupakan sarana akses warga untuk berinteraksi keluar desa dan mendukung kegiatan perekonomian maupun sosial budaya. Namun, kondisinya sangat memilukan. Pada musim kemarau, jalanan berdebu. Sebaliknya, pada musim hujan jalan susah dilalui karena berlumpur. Sampai saat ini belum ada upaya baik dari pemerintah desa maupun kabupaten untuk melakukan pengaspalan jalan desa.
Desa Serut berbatasan dengan Desa Banjareja di sebelah barat, Desa Bendungan di sebelah utara, Desa Gandusari di selatan dan Timur berbatasan dengan Desa Ori. Sebagian besar penduduk Desa berprofesi petani, sebagian lainnya bekerja sebagai pedagang, karyawan, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Lahan sawah telah teraliri air dari irigasi (46,29%) sehingga bisa panen padi dua kali. Lahan lainnya masih berupa sawah tadah hujan (33,45%) dan lahan sawah beririgasi setengah teknis dan sederhana (20,26%). (MW)
- n/a
- Berita
- dibaca 36724x
- [6] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


