Tanpa Izin, Superindo Tebangi Pepohonan
BANDUNG. Pohon yang ditanam oleh Distam (Dinas Pertamanan) Kota Bandung di sepanjang jalan berfungsi sebagai paru- paru kota. Sayang, aktivitas ekonomi sering memakan tumbal pepohonan. Toko Serba Ada (Toserba) Superindo yang berlokasi tepat di seberang studio Rajawali TV menebang 3 buah pohon mahoni yang berusia 5 tahun di Jalan Rajawali Barat ditambah 1 buah pohon mahoni berusia sekitar 15 tahun yang berada di Jalan Elang Raya demi akses keluar-masuk pasar modern tersebut.

Berdasarkan pemantauan kru Rajawali TV dengan warga sekitar, penebangan pohon tersebut tidak mengantongi izin dari Distam.
"Mau mengantongi izin atau tidak, saya tetap tidak setuju jika pohon - pohon ini dipangkas. Dulu sepanjang jalan Rajawali ini rimbun dengan pohon mahoni di kanan-kirinya. Sekarang gersang," ujar Erman (25) sambil menunjuk trotoar yang gersang dan tidak terawat.
Ketika kru Rajawali menghubungi pihak Superindo, salah seorang mandor untuk menemui kami. Berdasarkan penuturan sang mandor yang tidak mau memberikan namanya tersebut ia hanya menjalankan perintah atasannya.
"Saya disuruh memotong pohon yang itu, itu, itu dan ini," ujarnya sembari menunjuk lokasi yang dulunya ditumbuhi oleh pohon mahoni.
Dikutip dari harian umum Pikiran Rakyat, Walikota Bandung, Dada Rosada berang mengetahui hal ini. Dada menegaskan, Kota Bandung memiliki peraturan tentang proses pembangunannya. Setiap pengusaha yang akan membuka usahanya di Kota Bandung pun tidak terlepas dari peraturan itu.
"Urusannya bisa panjang. Jika ingin usaha di sini, ya ikuti regulasi yang ada. Bahkan, izin usaha bisa dicabut jika tidak mengikuti regulasi yang ada," ujar Dada yang saat ini gencar melakukan kegiatan penanaman sejuta pohon untuk menghijaukan kembali Kota Bandung.
Selain itu, Dada mengharapkan agar warga Kota Bandung juga terus memperhatikan lingkungan sekitarnya. "Saya berterima kasih kepada warga yang memberikan informasi. Artinya, warga juga ikut peduli menjaga Kota Bandung," kata Dada.
Sementara itu Camat Andir di tempat terpisah mengatakan aparatnya telah melakukan tindakan langsung dengan cara menegur kepada pemilik Superindo dan mewajibkan untuk menanam kembali pohon yang ditebang beserta melakukan penghijauan di sekitar Toserba.
Sebelumnya warga sekitar juga mengeluhkan dampak pembangunan Superindo. Asap hasil pembakaran sampah material, suara gaduh dan terbunuhnya usaha kecil seperti warung dan pedagang kaki lima adalah masalah yang harus dihadapi. Mereka menuntut kepada pemerintah kota untuk mengeluarkan peraturan tentang pembatasan pendirian pasar modern ini untuk melindungi kepentingan ekonomi masyarakat pasar tradisional.
- Rajawali TV
- Berita
- dibaca 1987x
- [4] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



