Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Workshop Sosmed Lahirkan 18 PSK Berita

Pipitan - Serang Banten. Acara workshop sosial Media dan pembentukan tim redaksi Suara Komunitas Wilayah Banten telah dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu tanggal 29-30 September 2012, bertempat di Aula Radio Komunitas Jaseng FM Kp Pipitan Kelurahan Pipitan Kecamatan Walantaka Kota Serang Banten.

Kegiatan ini diilhami atas keinginan warga untuk mendapatkan dan memberikan serta mengolah informasi dengan mengusung tema "Warga menulis, Banten Menasional". Peserta yang hadir tidak hanya dari kalangan pegiat radio komunitas, melainkan juga dari beberapa kelompok lainnya, seperti dari Himpunan Mahasiswa Petir, pegiat PNPM Baros Serang, aktifis mahasiswa, dan buruh pabrik Serang Timur, termasuk kalangan Akademisi.

Menyimak cerita yang disampaikan saat awal kegiatan, ditemukan hal-hal yang pernah dilakukan dalam pewartaan seperti Radio Omega FM Suralaya Merak yang melakukan pendataan Golongan Darah warga komunitasnya bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), cerita Radio Jaseng yang melakukan liputan Khusus tentang Demonstrasi Buruh Pabrik yang minta kenaikan UMR/UMK dengan memblokir dan berorasi di ruas jalan tol Tangerang-Merak, hingga banyak telpon yang masuk dari pengguna jalan. Dari Serang utara yang bercerita tertembaknya Nelayan yang diminta Warga mendemo pengeruk pasir di perairan laut utara Kabupaten Serang. Termasuk juga masalah buruh pabrik Serang Timur yang kerap merasakan kemacetan. Sebetulnya banyak sekali yang perlu diceritakan.

Workshop Sosial Media ini diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana Amrullah dengan menyampaikan penjelasan tentang kegiatan, sumber dana workshop, apa yang akan dilakukan peserta selama dan setelah kegiatan. Kemudian disambung dengan perkenalan peserta workshop, dilanjutkan materi Manajemen Isu dan Pengelolaan Berita untuk Suara Komunitas dengan obrolan mengenai Isu Sosial Media, Twitter, Facebook, blog, Media Mainstream dan pengenalan Potal Suara Komunitas. Kegiatan dilanjutkan dengan materi cara menulisakan di Suara Komunitas disampaikan oleh Sarwono.

Secara keseluruhan, acara workshop berjalan baik tanpa halangan yang berarti, dengan demikian menghasilkan beberapa capaian, diantaranya; (1).Peserta hadir lebih dari 10 orang, target minimal peserta hadir 15 orang dengan asumsi 2 atau 3 dari beberapa kabupaten kota se-Banten dengan keterwakilan minimal 1 orang perkabupaten/Kota. Peserta hadir sebanyak 18 orang dan menyatakan dirinya untuk bergabung dalam pewartaan Suara Komunitas bahkan ada beberapa teman mereka (peserta-red) yang tidak hadir didaftarkannya (2). Kebersediaan peserta menjadi pewarta suara komunitas, hal ini teridentifikasi dengan diisinya formulir pendaftaran pewarta suara komunitas dan atntusias untuk segera dibuatkan kartu Pers.(3).Tersampaikannya materi dan cara menulis pewartaan warga. (4).Tersampaikannya tentang Portal Suara Komunitas kepada peserta yang sebagian besar belum pernah mengenalnya. (5). Terbentuknya jurnalis/pewarta warga yang terhimpun dalam Tim Redaksi Suara Komunitas Wilayah Banten. (6). PR; Pembentukan susunan pengurus yang sebetulnya tidak ada keharusan membagi-bagi fokus materi pemberitaan, namun karena latar belakang sosiographi, kepengurusan memberi peluang masing-masing lokasi pengurus fokus pada konten tertentu dengan sistem silang.

Dari sekian banyak target capaian, menurut ketua pelaksana Amrullah atau yang lebih sering disapa Arul keberhasilan workshop yang sesungguhnya melihat kerajinan rekan-rekannya. "Sebenanya akan lebih ditentukan melihat tulisan yang dinaikan ke portal Suara Komunitas, dari banyaknya tulisan mereka di portal (Suara Komunitas-red) itulah yang menandakan keberhasilan workshop, dan tentunya tidak akan selesai sampai disini, masih perlu dukungan dari semua pihak" demikian tandasnya.
Ia juga mengaku dari sekian banyak kelancaran, sebetulnya ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan workshop, diantaranya kurangnya budaya menulis di kalangan warga oleh karenanya. Selanjutnya, kurangnya berkoneksi internet, sehingga ini menjadi salah satu ancaman kelancaran mereka menulis di Dunia Maya. (M Faud)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08955 seconds.