Pak Poli, Kuacungkan Empat Jempol Untukmu
[-lead-] Wates - Hampir saja saya tersenyum puas akan kinerja aparat polisi lalu lintas di kota Wates. Polisi berkepala plontos yang saat itu bertugas dengan sigapnya berdiri di tengah perempatan. Dengan peluitnya dia memberi tanda kepada dua orang pengendara motor gede (moge) untuk meminggirkan motornya[-/lead-].
Hari ini, Minggu (15/2) pukul 11.05 WIB sekembalinya saya dari mengikuti festival TV/Video Komunitas tentang Keterbukaan Informasi Publik di Jogja. Awan hitam menyelimuti langit diatas perempatan lampu merah Wates. Patung Nyi Ageng Serang sebagai saksi kinerja salah seorang petugas polisi lalu lintas di depannya.
Lampu merah meyala saat itu. Seorang pengendara Harley Davidson dan seorang mengendarai motor Honda ber-CC besar dengan PeDe-nya berhenti di jalur sebelah kanan, sehingga pengendara dari arah berlawanan harus sedikit menepi untuk melewatinya. Aku geleng-geleng kepala melihat kejadian itu. Priiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttt........!!!!!!!!!!!!!!!
Seorang polisi lalu lintas berkepala plontos keluar dari dalam posnya dan berjalan ke tengah perempatan. Tangannya memberi tanda kepada pengendara Harley warna hijau tanpa plat nomor dan Honda yang ber-CC besar berplat nomor B.....BZM untuk mendekat kepadanya. "Wah, bagus...bagus...polisi bijak dan bertanggungjawab." gumamku.
Saya tersenyum senang akan kejadian itu. Kuacungkan dua jempol kepadanya walau hatiku bertanya-tanya, apakah polisi plontos itu akan berani menilang kedua pengendara itu? Apakah polisi itu akan memberikan hormat ? Ataukah polisi itu hanya akan menatap kagum moge-moge itu ?
Bbbleeeggguuudddduuugggg...Jjjuuuuueeeeegggeeerrrr...
Suara petir seperti meyambar telingaku saat itu. Tak percaya apa yang baru saja kulihat. Polisi plontos itu hanya menyuruh kedua pengendara moge itu untuk menunggu lampu hijau di depan posnya sembari mengajak bersalaman keduanya. Untaian senyum hormat dan kagum menyembul dari bibirnya.
Kejadian siang ini bukti ketidakadilan oleh aparat kepolisian terhadap warga negara Republik ini. Perbedaan perlakuan kepada pengguna sepeda motor kecil (mocil) dan pengguna sepede motor gede (moge) sangat kentara. Pengendara moge yang jelas-jelas melanggar hukum begitu di hormati oleh pengayom masyarakat.
Sebagai perbandingan, saya bahkan pernah di kejar polisi di Banjarnegara yang katanya saya melanggar lampu merah, padahal masih banyak kendaraan lain yang jalan di belakangku. Kena dweeech...!!!
Kembali ke kejadian siang ini. Setelah melihat adegan di perempatan lampu merah Wates tadi, saya memutuskan untuk tidak jadi mengacungkan dua jempol. Tetapi dua jempol tangan dan dua jempol kaki sekaligus menghadap ke bawah untuk kinerja aparat kepolisian Republik Indonesia.(Eko.P)
- Shakti FM
- Pengalaman
- dibaca 1547x
- [3] komentar
Script timer: 0.342890 seconds.




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
