Lombok Utara - Rencana Kementerian Kesehatan untuk memberikan kondom gratis bagi kalangan berusia risiko (15 -25 tahun) dinilai tidak tepat dan perlu dikaji ulang.
Hal itulah yang terungkap pada acara Gado-Gado Ngetop Radio Komunitas (Rakom) Primadona FM, pada Minggu (1/7) dengan tema "Wacana Pembagian Kondom Gratis". Program acara yang didukung www.rumahalir.or id, Talasukma, dan Program Ford ini mendapat tanggapan beragam dari puluhan pendengar radio komunitas Primadona.
Sumadi, pendengar Primadona dari Desa Anyar mempertanyakan wacana pembagian kondom gratis oleh Kementerian Kesehatan RI. "Apakah tidak ada pekerjaan pemerintah yang lebih penting dari wacana yang menimbulkan prokontra itu. Jika wacana ini diloloskan oleh DPR, tentu akan dapat merusak moral dan memicu bagi anak bangsa untuk melakukan seks bebas," tegas Sumadi.
Jadi sebagai rakyat kecil, lanjut Sumadi, pembagian kondom gratis akan ia tolak, kecuali jika kondom itu diberikan kepada orang yang sudah berkeluarga.
Pendapat senada juga diungkapkan oleh Taufiq dari Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya, wacana seperti ini adalah wacana murahan dan harus ditolak. "Saya rasa lebih baik pemerintah membina generasi muda daripada memberikan kondom secara gratis, karena hal ini dapat menimbulkan salah presepsi," katanya.
Maswadi dengan tegas mengatakan apa yang diwacanakan oleh Kementerian Kesehatan RI itu perlu dipertimbangkan kembali. "Sebagai orang yang masih muda tentu tidak setuju dengan pemberian kondom gratis, lebih baik pemerintah membina moral generasi muda melalui pendidikan dan peningkatan iman dan taqwa daripada memberikan kondom secara gratis," kata Maswadi.
Penolakan pemberian kondom gratis ini juga dikemukakan oleh puluhan pendengar Primadona lainnya. Mereka berpendapat, kondom itu sepatutnya diberikan kepada orang yang mengerti atau tidak sembarangan sehingga tidak terjadi seks bebas di luar nikah, karena menganggap dengan menggunakan kondom mereka merasa terhindar atau aman dalam melakukan hubungan badan. ari/www.rumahallir.or.id