Rembang. Petani tembakau di Kabupaten Rembang, kini sedikit was-was. Maklum, prediksi bahwa hujan tidak akan turun lagi ternyata meleset.
Kamis (21/6), sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Sulang, Bulu, Gunem diguyur hujan. Meski dalam skala kecil, namun petani tembakau tetap was-was lantaran pada pekan sebelumnya hujan juga terjadi dengan skala yang lebih besar.
Jika hujan sering turun, tembakau akan mudah diserang penyakit lanas atau jamur. "Sekarang sih masih kecil kemungkinan diserang penyakit. Tapi, jika hujan terus mengguyur lahan kami maka tidak menutup kemungkinan tembakau akan layu," kata Hermanto, petani tembakau di Sulang.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang, Maryono, Selasa (26/6) menuturkan, hujan yang turun pada saat ini kemngkinan besar tidak akan memengaruhi pertumbuhan tembakau. Menurutnya, air hujan saat ini justru akan membantu petani. "Tapi memang yang harus diwaspadai adalah lanas. Penyakit ini akan menyerang saat keadaan tanah lembab atau suhu 20 derajat," katanya.
Untuk itu, petani diharapkan tidak terlalu khawatir. Sebab, secara umum, hujan yang turun masih membantu petani, kecuali jika hujan masih mengguyur dengan skala besar. "kalau intensitasnya kecil, justru akan membantu petani dalam penyiraman," tegasnya.
Lebih lanjut Maryono menambahkan, dari beberapa jenis penyakit yang ditemukan pada tembakau jika hujan terus mengguyur adalah jenis lanas. Efek dari penyakit lanas ini mengakibatkan tanaman tembakau menjadi layu, bahkan dalam tingkat yang parah bisa menyebabkan kematian. (Rom).