Keberadaan pedagang kaki lima yang tak tertata membuat terminal Pasar Soreang jadi semrawut. Kondisi bagian depan pasar terlihat kumuh.
Awalnya, pedagang di Terminal Soreang hanya sedikit, namun kini jumlah mereka sudah bertambah banyak. Sudah banyak pihak yang berusaha melakukan penataan tapi usaha itu terbentur oleh adanya kebijakan pasar yang tidak tegas. Kondisi itu membuat lokasi parkir terminal jadi menyempit .
Kancil (30), seorang sopir angkutan Ciwidey-Soreang mengatakan kendaran sulit masuk ke terminal karena sebagian besar ruas jalan digunakan untuk gerai dagangan para PKL.
“Akibat macet, banyak penumpang enggan masuk terminal. Kami berharap pemerintah menata pedagang di lokasi terminal untuk kelancaran lalu-lintas," ujarnya .
Usaha penataan terminal Pasar Soreang membutuhkan dukungan banyak pihak, terutama pihak pengelola pasar, terminal , dan para pedagang. (Andri::)