Samosir (Suara Komunitas.Net) Forum Komunikasi Masyarakat Samosir (FKMS) menyurati UNESCO dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan opini pembanding (Standing Opinion) atas adanya usulan Pemkab Samosir akan tetapkannya kawasan Danau Toba sekitarnya menjadi sebuah kawasan bernama Geopark Toba.
FKMS menilai, Geopark Toba yang bakal menelan anggaran hingga Rp. 20 Miliar tidak membawa dampak positif bagi perekonomian rakyat Samosir.
Bahkan yang bakal terjadi, kata Mangaliat Simarmata, Koordinator FKMS, penyerobotan tanah ulayat akan semakin sering terjadi apabila Geopark Toba direalisasikan.
"Apa yang terajdi di Tele merupakan bukti Pemkab Samosir tidak serius mengatur penatalaksanaan Agraria di Samosir,"tegasnya.
Menurutnya, rusaknya ekosistem Danau Toba dan terjadinya pengerusakan hutan (deforestasi) harus menjadi pertimbangan dalam penetapan Geopark Toba. Sejauh ini Pemkab Samosir tidak mengetahui aspek Lingkungan Hidup.
"Jadi Geopark Toba hanya akal-akalan dan tidak memberi manfaat bagi rakyat Samosir," Kata Mangaliat Simarmata.(andi)
candra siahaan![]() |
Rabu, 27 Juni 2012 09:54 WIB
geopark toba sejatinya ingin meningkat kan ekonomi rakyat,khusus nya masyarakat samosir yg daerah nya menjadi lokasi geopark toba,sekaligus menjadi wadah dan pusat informasi tentang geologi,sejarah gunung toba,terbentuknya danau toba dan pulau samosir.ini sumber ilmu pengetahuan yg berharga,kita tdk mau danau toba dan sejarah nya hanya tinggal kenangan,dan yang terpenting di sini bahwa unesco akan mencabut status geopark toba apabila geopark toba tdk memberikan peningkatan ekonomi dalam kurun waktu 3 tahun,ini mengindikasikan bahwa pemerintah terkhusus pemkab samosir,harus serius dan bersinergi utk mengoptimal kan geopark toba.terima kasih.
|