Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Penanganan Sampah Di Pasar Anyer dan Banjarsari Serang Berita

Selain kondisi pedagang susah diatur karena luasnya pasar dibanding dengan jumlah pedagang, kondisi pasar yang terdapat genangan air menjadi salah satu masalah yang seringkali dijadikan alasan pedagang lebih memilih di lahan parkir sebagai tempat jualan mereka. Belum lagi masalah sampah pasar yang tidak tertangani oleh pihak pengelola sampah pasar.

Di Pasar Anyer Kabupaten Serang, pihak pengelola pasar setidaknya mengeluarkan biaya sebesar Rp. 1.500.000 setiap bulannya untuk biaya pengangkutan. Sering dikeluhkan, pengangkutan sampah pasar tidak khusus (satu truck-red.) dalam setiap kali pengangkutannya. Dari tumpukan sampah yang diangkut paling banyak tiga kali dalam satu minggu, hanya seperempatnya yang diangkut. Sisanya sampai membusuk dan sebagian dibakar.

“Untuk masalah sampah sebenarnya sudah kami serahkan ke Dinas PU, sampai retribusi sampah pun mereka yang memungutnya secara langsung. Mereka tidak khusus datang dengan truck sampah yang masih kosong, kadang mereka ke Kota dulu, baru mengangkut yang dari pasar” demikian ujar Mantri Pasar Anyer H. Hasan saat diskusi di Tanjung Tum Anyer.

Berbeda dengan di Pasar Banjarsari, meskipun pihak pengelola pasar mengeluarkan anggaran yang sama dengan pengelola pasar Anyer, di Pasar Banjarsari sudah mengalami peningkatan frekuensi pengangkutan sampah yang biasanya seminggu sekali, kini sudah lebih baik menjadi tiga kali dalam seminggu dan pengangkutannya secara khusus. “Namun itupun kami mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp. 25.000. sebagai uang rokok” demikian tutur Ahmad Jayadi salah seorang staf Kebersihan Pasar Banjarsari Cikande Kabupaten Serang. (Ar)

Komentar (1)

  • 8 Jul 12 11:44 wib salikun

    Mengatasi persoalan sampah juga sampah pasar tidak sulit dan mesti berhasil,bila berkenan(buka)http://teknologitpa.blogspot.com

Page generated in 0.0914 seconds.