Secara umum setiap pedagang di Jonggol berharap tempat berjualannya bersih dan sehat, akan tetapi hal tersebut juga bergantung kepada kondisi bangunan dan infrastruktur lainnya seperti lantai/jalan yang tentu saja menjadi kewenangan pengelola pasar. Lalu selama ini uang retribusi pasar dibawa kemana, bukan untuk merawat pasar?
Retribusi pasar menjadi salah satu primadona pendapatan asli daerah. Hal ini tidak berlebihan karena hampir 30%-40% retribusi daerah yang menjadi sumber PADS bersumber dari pendapatan retribusi pasar. Perlu pembenahan manajemen pengelolaan retribusi pasar terutama dalam menyeimbangkan anggaran penataan lingkungan pasar dengan pendapatan retribusi pasar.
Pedagang mengeluhkan retribusi pasar yang tidak terkait dengan biaya operasional untuk memperbaiki infrastruktur pasar. Ini menyebabkan kerugian pedagang terhadap layanan fisik pasar tradisional. Banyak hal yang diwajibkan dalam fasilitas pasar tradisional yang belum terpasang: lampu, toilet, saluran air, kebersihan, jaga malam, dan pensucihamaan pasar. Lalu apa artinya retribusi dengan fakta bahwa pasar tetap kumuh.