Medan (Suara Komunitas.Net) – Masih rendahnya kualitas hidup perempuan merupakan salah satu dari lima besaran permasalahan perempuan di Sumatera Utara (Sumut) yang perlu diperhatikan dan ditangani secara bersama.
Demikian disampaikan Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Setdaprovsu drg. Iis Faizah Hanum, MKes (foto) pada pembekalan strategi Pemberdayaan Perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga bagi anggota Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumut di Gedung PWI Sumut Jalan Adinegoro Medan, Sabtu (9/6).
Parameter dari masih rendahnya kualitas hidup perempuan, kata Faizah Hanum, dapat diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sisi kesehatan, pendidikan dan kondisi ekonomi.
Dari IPM UNDP yang dirilis tahun 2010 disebutkan, Indonesia berada diurutan 108 dari 155 negara. Sementara level Asia Tenggara (Asean), Indonesia di urutan 6 setelah Singapura, Brunai, Malaysia, Thailand dan Filipina.
Sedangkan untuk level nasional sesuai data Badan Pusat Statistik, kata Faizah Hanum, Provinsi Sumut berada di urutan 8 setelah DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Riau, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau dan Kalimantan Tengah.
”Melihat kondisi seperti ini, masyarakat Sumut perlu bangkit secara bersama-sama memacu peningkatan kualitas hidup perempuan. IKWI Sumut perlu mengambil peran melalui berbagai kegiatan, karena di tangan perempuanlah kunci suatu keluarga bisa berhasil atau tidak,” ujarnya.
Selain rendahnya kualitas hidup perempuan, katanya, masih adanya kesenjangan pencapaian pembangunan antara laki-laki dan perempuan, ini merupakan persoalan kedua permasalahan perempuan di Sumut. Disusul masih tingginya tindak kekerasan dialami perempuan dan anak, serta rendahnya perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Masih lemahnya kelembagaan dan jaringan pengarusutamaan gender di daerah, termasuk ketersediaan data dan partisipasi masyarakat, imbuh Faizah Hanum, menjadi persoalan kelima permasalahan perempuan di Sumut yang perlu menjadi perhatian bersama untuk dituntaskan.
Diakuinya, tidak gampang menyelesaikan lima besaran permasalahan tersebut tanpa adanya dukungan dan partisipasi semua pihak.
”Dengan kerjasama antar lintas sektoral diharapkan permasalahan ini akan dapat diselesaikan secara bertahap,” katanya.(zul anwar)
Teks Foto: PEMBEKALAN: Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Setdaprovsu drg. Iis Faizah Hanum, MKes saat memberi pembekalan strategi pemberdayaan perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga bagi anggota IKWI Sumut di Gedung PWI Sumut Jalan Adinegoro Medan.