Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kabupaten Berau Masih Antri BBM Berita

Hasil pantauan Suara Komunitas GEMA B1 di lapangan hari ini, Kamis, 31/05 jam 11 WITa, antrian BBM masih terjadi seperti di SPBU yang berada di Bujangga, hingga mencapai 1 kilometer kiri kanan jalan menuju arah Polsek Tanjung Redeb juga dari gunung PDAM.

Merambat di tengah teriknya panas, tim penanggulangan krisis BBM Berau, Ahmad Rifai yang juga menjabat wakil Bupati Berau, dianggap gagal tidak bisa mengatasi masalah krisis ini. Bentukan dari DPRD Berau Pansus Penertiban BBM sampai sekarang belum ada menunjukkan hasil yang memuaskan. Sementara harga eceran sampai dengan hari ini di pinggiran jalan, premium per botol sekitar 750 ml dipatok seharga 10 ribu hingga 12 ribu, apalagi ditambah dengan kenaikan tarif PDAM hingga 400% sangat membuat masyarakat Berau semakin terpuruk. Yang sangat diharapkan masyarakat, tindakan nyata dari pemerintah untuk permasalahan ini, juga wakil rakyat dan aparat hukum, harus ada tindakan tegas agar masyarakat tidak lagi antri BBM yang sudah berlangsung selama 6 tahun di Kabupaten Berau.

Walaupun 4 gubernur se Kalimantan sudah memohon untuk penambahan kuota BBM di Kalimantan lewat komisi VII DPR RI namun belum jelas juga realisasinya. Seperti apa yg dikatakan Gubernur Kalsel BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -Senin (21/5/2012), "Kami mencoba untuk berbicara langsung ke permasalahan bahwa telah terjadi ketidakseimbangan antara permintaan BBM bersubsidi oleh masyarakat dan ketersediaan BBM bersubsidi oleh Pertamina, dimana ketidakseimbangan ini memunculkan permasalahan yang cukup krusial di Kalimantan," kata Rudy Ariffin. Hal tersebut lantas membuat ketidakseimbangan antara ketersediaan dan permintaan BBM bersubsidi. Sehingga, kata Rudy, seringkali terjadi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Alhasil, kegiatan ekonomi di Kalimantan pun terganggu. "Menyebabkan ekonomi biaya tinggi terhadap distribusi barang dan jasa," tegas dia. (-abufarraz-)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.0914 seconds.